- Home
- /
- EkBis
- /
- Infrastruktur
AI Dorong Transformasi Industri Asuransi, Prudential Indonesia Jadikan Enabler Layanan yang Lebih Relevan
Kredit Foto: Istimewa
Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong perubahan dalam industri asuransi. Teknologi ini membuka peluang bagi perusahaan untuk memahami kebutuhan nasabah, memperluas akses perlindungan, serta menghadirkan layanan yang lebih personal dan mudah digunakan.
Prudential Indonesia memandang transformasi digital untuk menyederhanakan perjalanan nasabah dalam memperoleh perlindungan asuransi, mulai dari memahami kebutuhan, mendapatkan informasi, mengelola polis, hingga mengajukan klaim.
"Kami percaya AI memiliki potensi besar untuk membantu manusia bekerja lebih cepat dan efektif, sekaligus menciptakan solusi yang semakin relevan bagi masyarakat. Namun, teknologi pada akhirnya adalah sebuah enabler. Yang terpenting adalah bagaimana kita menggunakannya secara bertanggung jawab untuk memberikan dampak positif," jelas Chief Digital and Technology Officer Prudential Indonesia, Pradeep Grewal, dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/11/2026).
Menurut dia, pemanfaatan teknologi dan AI juga dapat membantu perusahaan memahami kebutuhan nasabah secara lebih baik, sehingga layanan yang diberikan semakin personal dan sesuai dengan kebutuhan perlindungan masing-masing.
Meski demikian, Prudential menilai teknologi tidak dapat menggantikan peran manusia, terutama dalam membangun hubungan dan kepercayaan nasabah. Hal ini penting karena keputusan terkait asuransi dan perlindungan finansial merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang.
Prinsip tersebut menjadi bagian dari arah transformasi digital Prudential Indonesia. Data dan teknologi berbasis AI dimanfaatkan dalam berbagai tahapan perjalanan nasabah, mulai dari memahami kebutuhan konsumen, mendukung tenaga pemasar, mempercepat proses underwriting, mempermudah akses layanan, hingga meningkatkan komunikasi dengan nasabah.
Pendekatan tersebut juga dibahas dalam acara What's NEXT in Marketing: Indonesia 2026 yang diselenggarakan MARKETECH APAC pada 8 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Prudential Indonesia diwakili Head of Leads Management, Irene Juliani. Dia membahas pemanfaatan AI untuk menciptakan pengalaman konsumen yang lebih relevan tanpa menghilangkan interaksi manusia.
"Di pasar yang beragam, nasabah memiliki kebutuhan dan preferensi yang berbeda tetapi pada akhirnya mereka memiliki harapan yang sama: merasa dipahami. Dalam industri asuransi jiwa, hal ini semakin penting karena kami hadir dalam berbagai momen penting kehidupan nasabah, ketika kepercayaan, empati, dan human connection sangat berarti," kata Irene, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Menurut Irene, nilai utama AI bukan untuk menggantikan interaksi manusia, melainkan membantu perusahaan memahami nasabah dan menghadirkan pengalaman yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Prudential Indonesia menilai keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga manfaat yang dirasakan nasabah. Pemanfaatan AI diharapkan dapat mengurangi kompleksitas layanan, menyederhanakan proses, dan membantu perusahaan merespons perubahan kebutuhan konsumen.
Komitmen tersebut turut tercermin dari tiga penghargaan yang diraih Prudential Indonesia dalam NEXT Awards 2026 by MARKETECH APAC.
Penghargaan tersebut meliputi Gold untuk kategori Most Innovative Loyalty Marketing Campaign melalui CUAP Bareng Prudential, Silver untuk Most Innovative Influencer Marketing Campaign melalui CUAP Bareng Prudential, serta Silver untuk Most Innovative Use of Marketing Technology in a Campaign melalui AI-Powered Lead Management.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: