Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mau Daftar CPNS? Cek Dulu Ketentuan Sertifikat TOEFL dan Skor Minimalnya

Mau Daftar CPNS? Cek Dulu Ketentuan Sertifikat TOEFL dan Skor Minimalnya Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Persyaratan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berbeda-beda di setiap instansi dan formasi. Pelamar perlu memeriksa pengumuman resmi sebelum mengikuti tes karena jenis sertifikat, skor minimum, hingga masa berlaku yang diterima tidak memiliki ketentuan seragam secara nasional.

Kesalahan memilih jenis tes atau sertifikat dapat membuat dokumen pelamar tidak memenuhi persyaratan administrasi, meskipun telah memiliki bukti kemampuan bahasa Inggris.

Jenis tes bahasa Inggris yang diterima bergantung pada ketentuan instansi dan jabatan yang dilamar. Tidak semua instansi hanya menerima satu jenis sertifikat TOEFL.

Pada seleksi CPNS 2024, sejumlah instansi menerima beberapa jenis sertifikat, seperti TOEFL ITP, Paper Based TOEFL, TOEFL Prediction, TOEFL iBT, TOEIC, atau IELTS sesuai persyaratan masing-masing.

Karena itu, pelamar sebaiknya tidak langsung memilih tes TOEFL daring atau mengikuti simulasi TOEFL sebelum memastikan jenis sertifikat yang diminta. Sertifikat hasil tes prediksi, misalnya, belum tentu diterima oleh instansi yang hanya mensyaratkan sertifikat dari penyelenggara tes tertentu.

Kewajiban melampirkan sertifikat TOEFL ditentukan oleh masing-masing instansi. Persyaratan tersebut bahkan dapat berbeda antarjabatan dalam satu kementerian atau lembaga.

Pada seleksi CPNS 2024, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mensyaratkan sertifikat TOEFL bagi kelompok pelamar tertentu. Kementerian Komunikasi dan Digital juga menetapkan sertifikat TOEFL sebagai persyaratan untuk sejumlah jabatan.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menempatkan sertifikat TOEFL dalam tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Tambahan, bukan sebagai persyaratan administrasi awal.

Sebaliknya, apabila pengumuman formasi tidak mencantumkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris sebagai persyaratan, pelamar tidak perlu menganggap dokumen tersebut wajib dilampirkan.

Tidak terdapat satu standar nilai minimum TOEFL yang berlaku untuk seluruh pelamar CPNS. Setiap instansi dapat menetapkan skor berbeda berdasarkan kebutuhan jabatan dan jenis tes yang dipersyaratkan.

Sebagai contoh, pada seleksi CPNS 2024, Kementerian ESDM menetapkan skor TOEFL minimal 550 bagi kelompok pelamar yang diwajibkan melampirkan sertifikat tersebut.

Instansi lain dapat menetapkan skor yang berbeda, termasuk menggunakan jenis tes bahasa Inggris selain TOEFL. Pelamar perlu memastikan skor minimum yang berlaku untuk formasi tujuan sebelum mendaftar tes atau mengikuti program persiapan TOEFL.

Masa berlaku sertifikat TOEFL juga mengikuti ketentuan masing-masing instansi. Dalam sejumlah penerimaan CPNS, sertifikat yang dipersyaratkan harus diterbitkan dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Karena itu, pelamar perlu memperhatikan tanggal penerbitan sertifikat dan batas waktu yang ditentukan dalam pengumuman seleksi. Sertifikat yang masih menunjukkan kemampuan bahasa Inggris pelamar belum tentu diterima apabila telah melewati periode penerbitan yang disyaratkan.

Nilai TOEFL tidak otomatis menjadi komponen penilaian kelulusan CPNS secara nasional. Perannya bergantung pada ketentuan instansi dan formasi yang dilamar.

Sertifikat kemampuan bahasa Inggris dapat digunakan sebagai persyaratan administrasi, persyaratan khusus jabatan, atau bagian dari seleksi tambahan. Dengan demikian, skor TOEFL yang tinggi tidak menggantikan hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) maupun SKB apabila ketentuan instansi tidak mengaturnya sebagai komponen penilaian.

Pelamar perlu memilih lembaga tes bahasa Inggris yang dapat menjelaskan jenis ujian, fungsi sertifikat, mekanisme pelaksanaan, dan hasil yang diberikan. Simulasi tes juga dapat dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan awal sekaligus mengidentifikasi materi yang masih perlu ditingkatkan.

Kepala Lembaga Bahasa LIA, Selestin Zainuddin, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap kemampuan bahasa Inggris terus berkembang sehingga lembaga pendidikan perlu menyesuaikan program pembelajaran dengan kebutuhan generasi baru.

“Selama lebih dari enam dekade, kebutuhan masyarakat terhadap bahasa Inggris terus berubah. Tugas LIA bukan hanya mempertahankan pengalaman yang telah kami bangun, tetapi memastikan pembelajaran tetap relevan bagi generasi baru-agar mereka mampu menggunakan bahasa Inggris dengan percaya diri untuk belajar, bekerja, berkolaborasi, dan mengambil peluang di tingkat global.”

Baca Juga: Kabar Baik! PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu, Bisa Ikut CPNS 2027

Baca Juga: Resmi! Pemerintah Kembali Buka Seleksi CPNS, Pendaftaran Dimulai November 2026

Lembaga Bahasa LIA menyediakan program pembelajaran bahasa Inggris untuk berbagai kebutuhan, termasuk persiapan kemampuan bahasa. Lembaga yang telah beroperasi sejak 1959 tersebut juga menyediakan layanan pengukuran kemampuan bahasa Inggris melalui LIA EPT Online.

Informasi mengenai program, jadwal, dan layanan dapat diperoleh melalui cabang maupun kanal resmi LIA.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri