Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Soal Isu 78 Juta Pendukung Jokowi Bakal Turun ke Jalan Jika Gibran Dimakzulkan, Begini Kata Ade Armando

Soal Isu 78 Juta Pendukung Jokowi Bakal Turun ke Jalan Jika Gibran Dimakzulkan, Begini Kata Ade Armando Kredit Foto: Instagram/Ade Armando
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ade Armando menyatakan pendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka siap menerima keputusan DPR soal polemik surat keterangan penyetaraan ijazah, termasuk jika Gibran diberhentikan. 

“Kita sih orangnya sangat percaya pada kebenaran akan menemukan jalan. Gibran ini sama sekali tidak melakukan pelanggaran apa pun,” katanya dalam diskusi di kanal YouTube Sinkos Indonesia, 7 November 2026.

Ia juga menyatakan, berdasarkan apa yang ia ketahui, Gibran sendiri tidak keberatan jika harus mundur. “Sebetulnya Gibran itu sendiri bahkan merasa, kalau harus mundur ya dia mundur. Tidak ada sesuatu yang bermasalah dengan posisi dia,” ujarnya. 

“Kalau sekarang mau dibawa ke DPR dan DPR bersepakat, ‘Oh, kita enggak mau nih ada lagi wakil presiden namanya Gibran,’ karena misalnya dituduh tidak lulus SMA, padahal kan sudah jelas-jelas dia menjalani proses pendidikan yang panjang,” kata Ade. 

Faizal Assegaf, moderator forum, lalu mengangkat pernyataan pihak lain yang bertolak belakang. “Tapi ada loyalis Jokowi yang mengatakan kalau sampai Gibran diturunkan, 78 juta pendukung Jokowi turun ke jalan?” tanyanya.

Baca Juga: Janggal Penangkapan Listyo Sigit dkk Terlalu Cepat, Perlindungan Prabowo Dinilai Terlalu Lemah

Ade membantah kemungkinan itu, lalu menyebut para pendukung Jokowi memang beragam. “Kan ada banyak pendukung yang dari aneh-aneh, yang mungkin juga sebetulnya sekolahnya enggak jelas, enggak sampai orang seperti saya.”.

Ia kemudian menegaskan sikap kubunya. “Kita sih pendukung Gibran enggak ada yang cengeng. Kita kalau berantem ya berantem saja tanpa fisik.”

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat