Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

8 BUMN Siap Tangani Pemulihan Pascabencana, Ini Tiga Programnya

8 BUMN Siap Tangani Pemulihan Pascabencana, Ini Tiga Programnya Kredit Foto: Danantara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) merumuskan program kerja Satuan Tugas (Satgas) Bencana BUMN Peduli 2027, yang berada di bawah koordinasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI.

Salah satunya melalui program pemulihan infrastruktur dan hunian pasca bencana yang dikawal oleh delapan perusahaan pelat merah pada Klaster 01 Infrastruktur dan Konstruksi Satgas Bencana BUMN Peduli. 

Klaster 01 beranggotakan PT Hutama Karya (Persero) dan PT PP (Persero) Tbk sebagai koordinator bersama, beserta PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Nindya Karya, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

Hutama Karya selaku koordinator Klaster 01 menyiapkan tiga program pemulihan infrastruktur dan hunian pasca bencana, yakni Sigap Infra, Akses Pulih, serta Hunian & Fasilitas Pulih. 

Sigap Infra mencakup asesmen kerusakan dan penentuan prioritas oleh personel di lokasi bencana. Akses Pulih membuka akses darurat melalui pengerahan alat berat, operator, dan perbaikan sementara. Adapun Hunian & Fasilitas Pulih menyediakan hunian sementara (huntara) serta fasilitas dasar seperti WC umum, dapur umum, musala, hingga puskesmas.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani menyampaikan pemulihan yang kuat dimulai dari kolaborasi yang terarah.

"Delapan BUMN di klaster ini akan bergerak dengan satu peta kebutuhan, satu standar kerja, dan pembagian peran yang jelas sejak hari pertama," ujarnya, Minggu (8/11/2026).

Adapun ketiga program Klaster 01 Satgas Bencana BUMN Peduli disusun untuk menjawab lima kebutuhan di lapangan. Antara lain, data kerusakan, akses bantuan, huntara dan fasilitas dasar, ketersediaan alat berat dan material, serta koordinasi penugasan dan penggunaan anggaran. 

Baca Juga: Ini Daftar 16 Bank Penampung DHE SDA Terbaru, dari Bank BUMN hingga Asing

Baca Juga: BUMN Siap Tampung 400 Lulusan URI Selama 6 Bulan

Pelaksanaannya mengacu pada kerangka 3P (People, Process, Platform/Tools) yang memuat standar penanganan krisis, personel koordinasi antarklaster, dan perjanjian kolaborasi tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Penguatan klaster ini berlangsung di tengah tingginya kejadian bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.295 kejadian bencana sepanjang 1 Januari hingga 4 November 2026, dengan 99,21 persen di antaranya bencana hidrometeorologi. Bencana tersebut menyebabkan 32.405 rumah rusak berat dan 118 jembatan rusak.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan