Market Indices

Inilah Mesin Perang Rusia Yang Dipasok ke Suriah

Rubrik Internasional

30 Mei 2013 07:00:00 WIB

WE.CO.ID – Rusia mengumumkan akan mengirimkan sistem persenjataan peluru kendali (rudal) canggih S-300 ke Suriah yang mereka katakan kontrak pembeliannya telah beberapa tahun lalu diteken.

Pengumuman yang disampaikan oleh Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, Selasa (28/5/2013) waktu setempat kepada para wartawan itu hanya berselang tiga hari setelah Uni Eropa memutuskan mencabut embargo senjata mereka terhadap Suriah. Seperti apa kecanggihan rudal S-300 antiserangan udara buatan Rusia itu?

Mengutip data dari Royal United Services Institute, BBC memaparkan spesifikasi sistem peluru kendali mobil dari darat ke udara yang oleh para pengamat militer disejajarkan dengan Rudal Patriot Amerika Serikat itu. Rudal S-300 mampu menembak pesawat tempur, kapal perang, dan rudal balistik lawan.

Sistem persenjataan ini mampu meluncurkan dua rudal sekaligus dalam sekali tembakan. Posisinya yang vertikal memungkin rudal ini bisa diarahkan fleksibel dengan tingkat akurasi yang tinggi. Rudal berbasis mobil ini juga bisa dipindah-pindahkan di berbagai medan yang berbeda. 

Versi Rudal ini ialah S-300P yang dikembangkan pada 1960an. Versi tercanggih saat ini yang dibuat untuk pasokan luar negeri ialah S-300PMU-1 dan 2 yang mulai dikembangkan pada awal 1990an

Sistem peluncur peluru kendali buatan Almaz-Antey ini harganya sekitar US$900 juta per unit lengkap. Belum diketahui apakah paket rudal dengan harga sebesar itu yang dipasok ke Suriah.

Untuk paket lengkap, satu kendaraan pengangkut sekaligus peluncur sistem persenjataan ini dilengkapi empat rudal. Satu batalion biasanya diperkuat enam kendaraan peluncur dengan total jumlah rudal yang diangkut sebanyak 24 unit. Batalion tersebut juga didukung kendaraan yang menjadi pusat komando dan kendali serta kendaraan radar  pendeteksi berdaya jangkau jauh.

Peluru kendali untuk peluncur S-300PMU yang standar ialah 48N6 buatan Rusia. Daya jelajah rudal ini mencapai 5-150km dengan ketinggian mencapai 30km. Untuk menembakkan rudal tersebut, diperlukan sekitar 5 menit persiapan mulai kendaraan pengakutnya berhenti hingga penembakan ke target yang dituju.

Selain sistem persenjataan rudal mobil tersebut, Rusia juga memasok persenjataan lainnya ke Suriah. Mengutip data dari IISS, BBC memaparkan Rusia memasok hampir 5.000 tank, 2.500 kendaraan tempur pasukan infantri, dan 2.500 unit senjata artileri.

Selain itu, pasokan Rusia untuk angkatan bersenjata Rusia berupa 325 pesawat taktis, 143 helikopter, dan hampir 2.000 unit sistem pertahanan udara. Berbagai peralatan tempur buatan Rusia itu dioperasikan oleh sekitar 295.000 tentara aktif  dan 314.000 tentara cadangan.

nurcholish@wartaekonomi.com

Foto: Ist

Penulis/Editor: Nurcholish MA Basyari

Executive Brief

Dana Masuk - BI memperkirakan potensi dana yang masuk ke dalam negeri Rp560 triliun setelah ada UU Pengampunan pajak.

Pajak Masuk - Ditjen Pajak memperkirakan dana untuk pajak masuk Rp60 triliun setelah ada UU Pengampunan Pajak.

APOL - PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. tengah berburu kontrak angkutan di dalam negeri guna menunjang pendapatan operasional.

DAYA - PT Duta Intidaya Tbk., berencana menjajal sistem e-commerce untuk mendukung penjualan produk perusahaan pada 2017.

MYOR - PT Mayora Indah Tbk. membagikan dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp268,3 miliar atau Rp300 per saham.

SSIA - PT Surya Semesta Internusa Tbk. mencatat perolehan laba bersih sebanyak Rp132,3 miliar per Maret 2016, turun 35,1% secara tahunan.

TKIM - PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) membagi dividen tunai sebesar Rp5 per saham.

BINA - PT Binakarya Jaya Abadi Tbk. akan menggenjot kinerja tahun ini dengan memanfaatkan peluang pada beberapa sektor potensial.

ABBA - PT Mahaka Media Tbk., (ABBA) membidik pendapatan Rp320 miliar pada 2016 atau naik 10% dari tahun sebelumnya.

SSMS - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) membidik akuisisi anorganik dengan pencaplokan perusahaan sawit untuk mengembangkan areal tertanam.

JRPT - PT Jaya Real Property Tbk. berencana merilis tiga proyek baru di paruh kedua tahun ini untuk menunjang pendapatan prapenjualan atau marketing sales sebanyak Rp2,4 triliun.

BHIT - PT MNC Investama Tbk. (BHIT) menerbitkan saham baru dengan target perolehan dana senilai Rp1,43 triliun.

IPOL - PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk. mengincar laba bersih hingga US$5 juta tahun ini, naik sekitar dua kali lipat dari pencapaian tahun lalu yang sebesar US$2,28 juta

NIRO - PT Nirwana Wastu Pradana telah membeli aset senilai Rp73,97 miliar dari PT Griya Pesona Mentari.

INKP - PT Indah Kiat Pulp membagikan deviden senilai Rp25 per saham.

IPO - BEI optimis target 35 emiten baru tahun ini akan tercapai.

Nilai IPO - BEI: Potensi nilai IPO bisa mencapai antara Rp15-20 Triliun.

Asuransi - Total investasi Industri Asuransi Bulan April meningkat menjadi Rp690,60 triliun dibanding Bulan Maret sebesar Rp683,55 triliun (OJK).

Asuransi - Total Klaim Asuransi Bulan April naik menjadi 63,68 triliun dibanding Bulan Maret sebesar Rp45,58 triliun (OJK).

Asuransi - Total Premi Asuransi Bulan April naik menjadi Rp101,09 triliun dibanding Bulan Maret kemarin sebesar Rp73,54 triliun (OJK).

KPK - Anggota DPR yang tertangkap tangan oleh KPK berasal dari Partai Demokrat, I Putu Sudiartana.

APBN-P - Pendapatan dalam negeri dari perpajakan sebesar Rp1.539,167 triliun dalam APBN-P 2016 lebih kecil 15,45% dari APBN 2016 sebesar Rp1.820,50 triliun

Pendapatan Negara Turun pada APBN-P 2016: Dalam APBN-P Tahun 2016 ditetapkan Pendapatan Negara dan Hibah menjadi sebesar Rp1.786,2 Triliun atau turun 1,99% dari APBN 2016 sebesar Rp 1.822,5 Triliun.

Penerimaan Dalam Negeri Turun pada APBN-P 2016 : Dalam APBN-P Tahun 2016 ditetapkan Penerimaan Dalam Negeri sebesar Rp 1.784,2 Triliun atau turun 1,99% dari APBN 2016 sebesar Rp1.820,5 Triliun .

APBN-P - Pendapatan dalam negeri dari penerimaan bukan pajak sebesar Rp245,08 triliun dalam APBN-P 2016 lebih kecil 12,56% dari APBN 2016 sebesar Rp280,30 triliun

Penerimaan Hibah Turun pada APBN-P 2016: Dalam APBN-P Tahun 2016 ditetapkan Penerimaan Dalam Negeri sebesar Rp 1,98 Triliun atau turun 1% dari APBN 2016 sebesar Rp 2 Triliun.

Tax Amnesty - Fraksi Partai Keadilan Sosial (PKS) satu-satunya fraksi yang menolak UU Pengampunan Pajak.

Tax Amnesty - Definisi pengampunan pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan membayar uang tebusan.

Aset WNI - Kemenkeu memperkirakan aset WNI di luar negeri antara 1995-2014 lebih dari Rp11.450 triliun.