Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Nokia 6 - Preorder Nokia 6 mencapai satu juta unit dalam waktu seminggu.
  • Tata Motors - Tata Motors tertarik bergabung dengan Pemerintah Indonesia untuk merealisasikan Mobil Pedesaan
  • Madrid - Tekan polusi udara, kota Madrid larang penggunaan mobil pribadi di tahun 2019
  • REI - REI DIY targetkan pembangunan rumah 1.500 unit di tahun 2017.
  • Lampung - Neraca perdagangan luar negeri Lampung catatkan surplus US$220,32 juta.
  • Thailand - Penjualan menurun di Thailand, Toyota tidak akan menambah jatah ekspor kesana
  • Piala Afrika (18/1) - Ghana 1 - 0 Uganda
  • Piala Afrika (18/1) - Mesir 0 - 0 Mali

Ini Alasan Magna Tinggalkan Bisnis Pembiayaan

Foto Berita Ini Alasan Magna Tinggalkan Bisnis Pembiayaan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Magna Finance Tbk (MGNA) yang bergerak di sektor pembiayaan berencana mengubah haluan bisnisnya. Ketatnya persaingan bisnis yang terjadi di sektor pembiayaan membuat perseroan mantap untuk pindah haluan.

Direktur Magna Finance Erwin Winata mengungkapkan perseroan dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan pendapatan. Tercatat, hingga 30 September 2016 perseroan bahkan tercatat telah mengalami kerugian sebesar Rp65,12 miliar.

"Kerugian yang terus-menerus terjadi ditambah dengan ketatnya persaingan membuat kami memutuskan untuk mengubah kegiatan bisnis utama," ucapnya di Jakarta, Senin (9/1/2016).

Lebih lanjut, ia menyebutkan keputusan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan nilai perseroan. Ini juga menjadi salah satu strategi usaha perseroan untuk mengembangkan kegiatan usaha. Perseroan sebelumnya diketahui akan mengakuisisi perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha utama industri penggilingan padi dan pengolahan beras, yakni PT Padi Unggul Indonesia (PUI).

Perseroan dalam hal ini akan membeli 185.412 saham di PUI yang dimiliki oleh Sutan Agri Resources Private Limited (Sutan Agri) dengan harga Rp339,784 per lembar saham sehingga perseroan harus mengeluarkan dana senilai Rp63 miliar untuk mengakuisisi PUI.

"Pembelian 185.412 lembar saham milik Sutan Agri yang mewakili 94,1 persen dari modal disetor dan ditempatkan dalam PUl akan memiliki nilai sebesar Rp63 miliar atau Rp339.784 per lembar saham," ujarnya.

Untuk dapat merealisasikan niatnya tersebut, perseroan berencana melakukan penjualan terhadap seluruh aset dan lialibilitas yang meliputi pembiayaan, piutang dari jaminan, dan utang bank kepada PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI).

"Penjualan seluruh aset dan lialibilitas perseroan nilainya diprediksikan akan mencapai Rp56 miliar," terangnya.

Dengan begitu, perseroan masih membutuhkan dana sebesar Rp7 miliar untuk dapat menyelesaikan akuisisi PUI. Dalam hal ini, perseroan akan menganggarkan dana Rp7 miliar dari kas internal perseroan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan penjualan aset dan liabilitas perseroan yang meliputi piutang pembiayaan, piutan B dari jaminan, dan utang bank kepada BPF memiliki nilai sebesar 75,19 persen dari ekuitas perseroan. Sementara pembelian saham milik Sutan Agri yang merupakan mayoritas saham PUI akan memiliki nilai sebesar 84,54 persen dari ekuitas perseroan per 30 September 2015.

"Oleh karenanya, transaksi beserta perubahan kegiatan usaha utama harus terlebih dahulu disetujui oleh pemegang saham perseroan atau para wakilnya yang telah diberikan wewenang untuk dapat mewakili pemegang saham perseroan," ungkapnya.

Perseroan pun akan meminta persertujuan para pemegang saham terkait kedua rencana tersebut. Rencananya perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 Frebruari 2016 mendatang.

"Kami akan minta persetujuan pemegang saham dulu sebelum melakukan aksi tersebut. RUPSLB akan digelar 16 Februari," tukasnya.

Tag: PT Magna Finance Tbk

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5266.938 -3.073 541
2 Agriculture 1885.940 12.223 21
3 Mining 1396.131 1.193 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.340 -1.838 66
5 Miscellanous Industry 1334.917 11.556 42
6 Consumer Goods 2335.552 -13.929 39
7 Cons., Property & Real Estate 518.602 0.971 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1053.013 5.208 56
9 Finance 801.764 0.204 89
10 Trade & Service 847.173 -4.711 122
No Code Prev Close Change %
1 BINA 338 422 84 24.85
2 OASA 292 364 72 24.66
3 HOTL 149 180 31 20.81
4 BIPI 115 137 22 19.13
5 SMDM 81 95 14 17.28
6 SSIA 525 605 80 15.24
7 IBST 1,850 2,100 250 13.51
8 BOLT 855 970 115 13.45
9 MYTX 62 70 8 12.90
10 NRCA 386 434 48 12.44
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 320 248 -72 -22.50
2 TALF 420 360 -60 -14.29
3 CENT 161 142 -19 -11.80
4 BNLI 745 670 -75 -10.07
5 JAWA 173 157 -16 -9.25
6 MCOR 212 193 -19 -8.96
7 AMRT 615 560 -55 -8.94
8 LMPI 162 148 -14 -8.64
9 INAF 4,100 3,750 -350 -8.54
10 SMBR 2,180 1,995 -185 -8.49
No Code Prev Close Change %
1 BIPI 115 137 22 19.13
2 BUMI 410 420 10 2.44
3 DSFI 164 175 11 6.71
4 MCOR 212 193 -19 -8.96
5 WSBP 585 590 5 0.85
6 LEAD 128 133 5 3.91
7 INCO 2,510 2,490 -20 -0.80
8 BRMS 77 80 3 3.90
9 SSIA 525 605 80 15.24
10 AGII 910 915 5 0.55