Portal Berita Ekonomi Kamis, 23 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • WIKA - PT Wijaya Karya Persero Tbk  berhasil mencatat pertumbuhan laba hingga 161,88% sepanjang 2016 dibandingkan dengan 2015.
  • Nasional - Politisi PKB Musa Zainuddin ditahan KPK.
  • Nasional - Menteri Jonan akui Indonesia sangat siap jika Freeport lakukan gugatan.
  • Minahasa - Pemkab Minahasa Tenggara lakukan verifikasi mahasiswa yang akan menerima bantuan penyelesaian studi.
  • Kalsel - Pemkab Hulu Sungai Tengah kembangkan sistem informasi keuangan desa dengan sistem komputerisasi.
  • AS - Kemacetan lalu lintas sebabkan pengemudi di AS merugi rata-rata US$1.200/tahun.
  • Bangka Tengah - Pemkab Bangka Tengah dorong warga membudidayakan udang galah.
  • AS - Pemerintah AS peringatkan warga Guatemala tidak lintasi AS secara ilegal.

Usaha Laundry di Makassar Merugi Imbas Pemadaman Listrik Bergilir

Foto Berita Usaha Laundry di Makassar Merugi Imbas Pemadaman Listrik Bergilir
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
Pengusaha laundry di Kota Makassar, Syahrir Rani (30), mengeluhkan pemadaman listrik bergilir yang terjadi sejak Sabtu, 7 Januari. Imbas kebijakan PLN Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat itu, usaha "Super Wangi Laundry" miliknya merugi. "Tiap hari, saya merugi Rp300-400 ribu karena banyak pelanggan yang komplain," kata dia, Rabu, (11/1/2017).
 
Menurut Syahrir, banyak pelanggan yang kecewa karena pakaiannya selalu terlambat selesai dicuci. Bila biasanya pakaian pelanggan selesai dalam satu sampai dua hari, kini memakan waktu tiga sampai lima hari. "Penyebabnya ya karena listrik padam. Tiap hari juga saya dapat komplain dari pelanggan," tutur Syahrir yang menggeluti bisnis laundry sejak empat tahun lalu.
 
Ia berharap sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, bisa kembali pulih seperti sedia kala. Di tengah musim hujan ini, lanjut dia, banyak warga yang ingin menggunakan jasa laundry. Masalahnya, selama pemadaman listrik bergilir, pihaknya sulit untuk bisa menyelesaikan cucian pakaian pelanggan secara tepat waktu. Dikhawatirkannya, para pelanggannya malah kabur.  
 
Plt DM Hukum dan Humas PLN Sulselrabar, Rosita Zulkarnaen, menyatakan pemadaman listrik bergilir terpaksa dilakukan karena adanya defisit daya sebesar 175 Mega Watt (MW) akibat tidak beroperasinya PLTU Bosowa Energy di Kabupaten Jeneponto. Dari dua unit pembangkit, hari ini satu unit di antaranya sudah kembali beroperasi. Namun, pemadaman bergilir masih terus terjadi.
 
Rosita menerangkan PLTU Bosowa Energy tidak beroperasi secara normal karena suplai bahan bakarnya tidak memadai. Pemicunya yakni adanya batu bara yang lengket dan basah saat diproses di mesin penggilingan batu bara. Guna mengatasi hal tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak PLTU Bosowa Energy untuk menemukan solusinya. "Semoga ada kabar menggembirakan dalam waktu dekat," tutur dia.
 
Guna melakukan efisensi daya, pihaknya mengimbau kepada pelanggan besar yakni industri, mal, hotel, dan lainnya untuk mengoperasikan genset saat beban puncak. Selain itu, ia mengatakan PLN Sulselrabar juga mengimbau pelanggan rumah tangga untuk menggunakan energi listrik dengan bijak. 
 
Disinggung mengenai usaha UMKM, semisal bisnis laundry yang terkena dampak pemadaman bergilir, Rosita menerangkan hal itu hanya sementara. Ia menegaskan pihaknya terus berusaha agar sistem kelistrikan di wilayahnya bisa kembali normal. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," pungkasnya. 

Tag: Makassar

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5372.748 14.065 539
2 Agriculture 1830.241 -4.200 21
3 Mining 1430.644 9.710 43
4 Basic Industry and Chemicals 560.366 -4.171 66
5 Miscellanous Industry 1351.548 13.281 42
6 Consumer Goods 2360.450 5.219 39
7 Cons., Property & Real Estate 519.508 -0.508 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1065.448 5.395 56
9 Finance 830.154 -0.129 89
10 Trade & Service 865.002 9.456 122
No Code Prev Close Change %
1 GDYR 1,800 2,250 450 25.00
2 AGRO 780 975 195 25.00
3 BRMS 89 106 17 19.10
4 PLAS 53 61 8 15.09
5 MCOR 286 328 42 14.69
6 NELY 92 105 13 14.13
7 BCIP 160 182 22 13.75
8 GEMS 2,610 2,950 340 13.03
9 CMPP 100 113 13 13.00
10 DEWA 70 78 8 11.43
No Code Prev Close Change %
1 ARII 400 338 -62 -15.50
2 IKBI 388 350 -38 -9.79
3 SDRA 1,100 1,000 -100 -9.09
4 ELTY 57 52 -5 -8.77
5 RIGS 198 182 -16 -8.08
6 JPFA 1,875 1,730 -145 -7.73
7 BIMA 120 111 -9 -7.50
8 MGNA 109 102 -7 -6.42
9 TRAM 202 190 -12 -5.94
10 CENT 138 130 -8 -5.80
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 368 360 -8 -2.17
2 ELTY 57 52 -5 -8.77
3 LMAS 89 86 -3 -3.37
4 DEWA 70 78 8 11.43
5 BRMS 89 106 17 19.10
6 MCOR 286 328 42 14.69
7 TRAM 202 190 -12 -5.94
8 AGRO 780 975 195 25.00
9 GJTL 1,045 1,155 110 10.53
10 BIPI 126 123 -3 -2.38