Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Obligasi - Reliance Capital Management optimistis rating surat utang WOM Finance tidak akan turun setelah akuisisi rampung.
  • Gambia - Gambia melakukan pelantikan presiden baru, Adama Barrow, di Senegal.
  • NISP - PT Bank OCBC NISP Tbk. mengincar nasabah super kaya  di bisnis kartu kreditnya tahun ini.
  • NISP - PT Bank OCBC NISP Tbk. meluncurkan OCBC NISP Voyage, kartu kredit yang terbuat dari logam.

Usaha Laundry di Makassar Merugi Imbas Pemadaman Listrik Bergilir

Foto Berita Usaha Laundry di Makassar Merugi Imbas Pemadaman Listrik Bergilir
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
Pengusaha laundry di Kota Makassar, Syahrir Rani (30), mengeluhkan pemadaman listrik bergilir yang terjadi sejak Sabtu, 7 Januari. Imbas kebijakan PLN Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat itu, usaha "Super Wangi Laundry" miliknya merugi. "Tiap hari, saya merugi Rp300-400 ribu karena banyak pelanggan yang komplain," kata dia, Rabu, (11/1/2017).
 
Menurut Syahrir, banyak pelanggan yang kecewa karena pakaiannya selalu terlambat selesai dicuci. Bila biasanya pakaian pelanggan selesai dalam satu sampai dua hari, kini memakan waktu tiga sampai lima hari. "Penyebabnya ya karena listrik padam. Tiap hari juga saya dapat komplain dari pelanggan," tutur Syahrir yang menggeluti bisnis laundry sejak empat tahun lalu.
 
Ia berharap sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, bisa kembali pulih seperti sedia kala. Di tengah musim hujan ini, lanjut dia, banyak warga yang ingin menggunakan jasa laundry. Masalahnya, selama pemadaman listrik bergilir, pihaknya sulit untuk bisa menyelesaikan cucian pakaian pelanggan secara tepat waktu. Dikhawatirkannya, para pelanggannya malah kabur.  
 
Plt DM Hukum dan Humas PLN Sulselrabar, Rosita Zulkarnaen, menyatakan pemadaman listrik bergilir terpaksa dilakukan karena adanya defisit daya sebesar 175 Mega Watt (MW) akibat tidak beroperasinya PLTU Bosowa Energy di Kabupaten Jeneponto. Dari dua unit pembangkit, hari ini satu unit di antaranya sudah kembali beroperasi. Namun, pemadaman bergilir masih terus terjadi.
 
Rosita menerangkan PLTU Bosowa Energy tidak beroperasi secara normal karena suplai bahan bakarnya tidak memadai. Pemicunya yakni adanya batu bara yang lengket dan basah saat diproses di mesin penggilingan batu bara. Guna mengatasi hal tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak PLTU Bosowa Energy untuk menemukan solusinya. "Semoga ada kabar menggembirakan dalam waktu dekat," tutur dia.
 
Guna melakukan efisensi daya, pihaknya mengimbau kepada pelanggan besar yakni industri, mal, hotel, dan lainnya untuk mengoperasikan genset saat beban puncak. Selain itu, ia mengatakan PLN Sulselrabar juga mengimbau pelanggan rumah tangga untuk menggunakan energi listrik dengan bijak. 
 
Disinggung mengenai usaha UMKM, semisal bisnis laundry yang terkena dampak pemadaman bergilir, Rosita menerangkan hal itu hanya sementara. Ia menegaskan pihaknya terus berusaha agar sistem kelistrikan di wilayahnya bisa kembali normal. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," pungkasnya. 

Tag: Makassar

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5298.948 4.164 539
2 Agriculture 1918.809 -0.646 21
3 Mining 1397.304 -5.931 43
4 Basic Industry and Chemicals 537.652 1.169 66
5 Miscellanous Industry 1351.421 3.608 42
6 Consumer Goods 2345.216 -7.413 39
7 Cons., Property & Real Estate 523.147 1.423 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.979 1.438 56
9 Finance 806.126 -0.007 89
10 Trade & Service 854.274 7.991 122
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 50 67 17 34.00
2 WICO 50 67 17 34.00
3 WAPO 53 67 14 26.42
4 UNIC 2,190 2,720 530 24.20
5 POLY 61 75 14 22.95
6 ARII 366 430 64 17.49
7 PGLI 55 61 6 10.91
8 GZCO 103 113 10 9.71
9 LPIN 5,500 6,000 500 9.09
10 ASRI 380 412 32 8.42
No Code Prev Close Change %
1 PLIN 4,850 3,640 -1,210 -24.95
2 MGNA 139 121 -18 -12.95
3 BCIP 210 183 -27 -12.86
4 OASA 454 410 -44 -9.69
5 YULE 77 71 -6 -7.79
6 BINA 466 430 -36 -7.73
7 MITI 68 63 -5 -7.35
8 MCOR 210 198 -12 -5.71
9 JKON 620 590 -30 -4.84
10 MASA 268 256 -12 -4.48
No Code Prev Close Change %
1 GZCO 103 113 10 9.71
2 ISSP 232 232 0 0.00
3 BIPI 136 141 5 3.68
4 BWPT 320 312 -8 -2.50
5 BUMI 426 420 -6 -1.41
6 SRIL 256 252 -4 -1.56
7 ASRI 380 412 32 8.42
8 BABP 76 79 3 3.95
9 PBRX 432 440 8 1.85
10 LMAS 50 67 17 34.00