Portal Berita Ekonomi Selasa, 25 April 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 07:03 WIB. BMKG Lampung - Masyarakat waspada hujan lebat, angin kencang, dan petir.
  • 06:52 WIB. China - Presiden China Xi Jinping meminta Donald Trump tidak mengambil langkah yang menambah ketegangan dengan Korea Utara.
  • 06:49 WIB. Newcastle - Newcastle kembali tampil di Premier League tahun depan setelah menduduki peringkat 2 Liga Championship Inggris.
  • 06:38 WIB. BMKG - Waspada hujan beserta angin kencang di sekitar Jabodetabek pada Selasa siang hingga malam hari.
  • 06:32 WIB. Jakarta - Tarif LRT Jabodetabek akan dipatok Rp 12.000 per penumpang.
  • 06:25 WIB. Filipina - Presiden Duterte menegaskan dirinya dapat menjadi 50 kali lebih brutal dari ekstremis muslim.
  • 06:24 WIB. JIEP - Jakarta Industrial Estate Pulogadung melebarkan sayap usaha ke bisnis air minum dalam kemasan.
  • 06:20 WIB. Jakarta - Pemprov DKI akan menjual saham di PT Delta yang memproduksi bir.
  • 06:19 WIB. Jember - Forum Ulama Jember menolak sistem khilafah diterapkan di Indonesia.
  • 06:10 WIB. London - Bent crude futures fell 33 cents to $51.63 per barrel by 2:38 p.m. (1838 GMT) on Monday (24/4), after earlier rising as high as $52.57.
  • 06:10 WIB. New York - U.S. West Texas Intermediate (WTI) crude oil futures ended Monday (24/4)'s session down 39 cents lower at $49.23 a barrel, off an intraday peak of $50.22.
  • 06:08 WIB. New York - The Nasdaq gained 1.24 per cent to finish the day at 5,983.82 on Monday (24/4), up 73.30 points from a record set last week.
  • 06:07 WIB. New York - The broad-based S&P 500 also advanced 25.46 points (1.08 per cent) to close at 2,374.15 on Monday (24/4).
  • 06:06 WIB. New York - The Dow Jones Industrial Average rose 216.13 points (1.05 per cent) to end the session at 20,763.89 on Monday (24/4).
  • 06:04 WIB. France - Far-right French presidential candidate Marine Le Pen steps down as leader of National Front party to "unite all French people".

Jamkeswatch Dorong BPJS Kesehatan Perbanyak Layanan RS

Foto Berita Jamkeswatch Dorong BPJS Kesehatan Perbanyak Layanan RS
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sekretaris Jenderal Jamkes Watch Sabda Pranawa Djati mendorong Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memperluas layanan dengan lebih banyak bekerja sama dengan rumah sakit.

"Fasilitas kesehatan yang minim di rumah sakit masih menjadi kendala utama program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kondisi ini semakin parah karena belum semua rumah sakit bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," kata Sabda di Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Sabda mengatakan relawan Jamkes Watch sering menemukan dan mengadvokasi pasien BPJS yang terkendala dengan layanan ruang perawatan intensif yang minim di rumah sakit.

Pasalnya, tidak semua rumah sakit memiliki ruang perawatan intensif seperti "Intensive Care Unit" (ICU), "Neonate Intensive Care Unit" (NICU), "Paediatric Intensive Care Unit" (PICU), "High Care Unit" (HCU) dan "Intensive Coronary Care Unit" (ICCU) yang memadai.

Kejadian terbaru yang diadvokasi oleh relawan Jamkes Watch terjadi pada peserta BPJS Kesehatan asal Bekasi Tutun Santoso. Karyawan sebuah badan usaha milik negara (BUMN) yang didiagnosis jantung bocor, paru-paru flek, oksigen berkurang dan syaraf otak terganggu itu kesulitan mendapatkan ICU yang dilengkapi dengan ventilator.

Awalnya pasien dirawat di Rumah Sakit Haji, kemudian pihak rumah sakit merujuk ke rumah sakit lain yang memiliki ruang perawatan intensif dengan ventilator tetapi meminta keluarga mencari sendiri.

Keluarga kesulitan mendapatkan rumah sakit yang memiliki ruang perawatan intensif dengan ventilator karena beberapa rumah sakit yang dihubungi menyatakan ruangannya penuh.

Kejadian lain saat relawan Jamkes Watch mengadvokasi pasien seorang bayi lima bulan yang menderita penyakit jantung bawaan dan infeksi paru di Bogor. Keluarga pasien kesulitan mendapatkan ruangan rumah sakit yang memiliki PICU dan dokter spesialis jantung anak.

Begitu pula saat relawan Jamkes Watch mengadvokasi pasien kecelakaan lalu lintas di Bogor yang mengalami patah leher sehingga kondisinya kritis. Pasien kesulitan mendapatkan ruang ICU.

"Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia perlu segera mengambil langkah cepat dan tepat guna memastikan setiap warga negara Indonesia bisa mendapatkan manfaat dari program JKN," tuturnya.

Jamkes Watch mendesak pemerintah, untuk segera menambah jumlah fasilitas kesehatan dan ruang perawatan intensif di seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) termasuk di rumah sakit lain yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Selain itu pemerintah perlu mempercepat dan memperluas kerja sama BPJS Kesehatan dengan seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia karena belum semua rumah sakit bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Padahal rumah sakit yang belum bekerja sama itu, telah memiliki ruang perawatan intensif yang cukup memadai.

"Kondisi saat ini mempersulit pasien peserta BPJS Kesehatan yang ingin mencari ruang perawatan intensif. Ketika harus dirawat di rumah sakit yang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, pasien harus membayar sendiri," katanya. (Ant)

Tag: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Rumah Sakit

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Mar
3 href="MockTestReporting/" />MockTestReporting/ - Feb
4 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Dec
5 href="mock_isuite/" />mock_isuite/ - Dec
6 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10