Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Target Kredit Sindikasi BNI Berpotensi Tembus Rp81 Triliun

        Target Kredit Sindikasi BNI Berpotensi Tembus Rp81 Triliun Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menargetkan dapat mengantongi angka penyaluran kredit sindikasi sebesar Rp81 triliun hingga akhir tahun ini. Nilai ini lebih tinggi 15,71% dari target penyaluran kredit sindikasi yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp70 triliun.

        Kepala Unit Bisnis Sindikasi BNI Dedi Priambodo menuturkan bahwa hingga November 2016 perseroan sudah menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp80 triliun. Perseroan mengandalkan sektor infrastruktur sebagai salah satu sebaran terbesar kredit sindikasinya.

        "Sampai Desember tahun ini, mungkin bisa sampai Rp81 triliun," katanya di Jakarta, Jumat (16/12/2016).

        Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa dari total penyaluran kredit sindikasi tersebut sekitar 40% disalurkan ke sektor infrastruktur. Sementara 60% tersisa penyalurannya terbagi atas kredit ke sektor manufaktur, tekstil, dan industri lainnya.

        Di sisa hari menjelang akhir tahun ini perseroan berniat mengubah skema pendanaan dari dana talangan ke pembiayaan untuk tiga konsesi jalan tol. Dedi menjelaskan bahwa sebelumnya BNI menggunakan skema pendanaan dana talangan untuk konsesi jalan tol ruas Pandaan-Malang, Manado-Bitung, dan Balikpapan-Samarinda.

        Untuk ruas tol Pandaan-Malang perseroan sebelumnya memberikan fasilitas dana talangan sebesar Rp450 miliar dari total kebutuhan Rp1,3 triliun. Sedangkan untuk ruas Manado-Bitung total dana talangan yang diberikan oleh sindikasi perbankan mencapai Rp816 miliar dan Rp1,9 triliun untuk total dana talangan sindikasi di ruas Balikpapan-Samarinda.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Gito Adiputro Wiratno
        Editor: Cahyo Prayogo

        Bagikan Artikel: