Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        14 Pedagang Positif Corona, Pasar Rawasari Jakpus Ditutup

        14 Pedagang Positif Corona, Pasar Rawasari Jakpus Ditutup Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pasar Rawasari atau Rawa Kerbau yang terletak di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ditutup selama tiga hari karena 14 pedagangnya terpapar virus corona. Mereka dinyatakan positif Covid-19 setelah mengikuti tes swab.

        Camat Cempaka Putih, Andri Ferdian mengatakan, penutupan sementara Pasar Rawasari ditujukan untuk penataan ulang protokol kesehatan Covid-19. Jika protokol tersebut sudah selesai dibuat oleh pengelola, pasar tersebut bisa dibuka kembali.

        Ia berharap, format protokol kesehatan yang dibuat pengelola pasar sesuai dengan anjuran pemerintah. Misalnya saja memberlakukan sistem ganjil-genap terhadap kios, agar mengurangi kepadatan penjual atau pembeli.

        Baca Juga: Anies Terapkan Ganjil Genap di Pasar Tradisional

        "Saya sudah koordinasikan dengan kepala pasar toling gimana format ke depannya, minimal genap-ganjil untuk kurangi kerumunan pedagang dan pembeli, pintu keluar masuknya, penempatan westafel, penggunaan masker," kata Andri dikutip dari Okezone di Jakarta, Jumat (12/6/2020).

        Andri berharap pengelola pasar segera merampungkan proses pembuatan protokol kesehatan di Pasar Rawasari selama masa penutupan tiga hari ini. Jika sampai batas yang ditentukan format protokol kesehatan belum dipenuhi, ia tak segan untuk memperpanjang penutupan pasar tersebut.

        "Kalau belum, ya mohon maaf kami enggak mau gambling. Ini kan RW-nya zona merah, pasarnya juga zona merah, kita enggak mau kecolongan, ya kita mohon maaf kalau kita tegakkan aturan yang berlaku," tegasnya.

        Andri mengaku hingga kini masih menunggu format protokol kesehatan Covid-19 yang dibuat oleh pengelola pasar. Ia berharap aturan yang diterapkan nantinya bisa meminimalisir penularan corona.

        "Itu kita tunggu dari pasar, format apa yang tepat," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: