Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Bank Indonesia (BI) melaporkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional tetap berada pada level kuat di Desember 2025. Hal ini tercermin dari hasil Survei Konsumen yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 123,5, meski turun tipis dibandingkan November 2025 yang sebesar 124,0.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso meski terjadi penurunan, tingkat kepercayaan konsumen terhadap perekonomian masih kuat.
“Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 123,5,” kata Denny dalam keterangan resmi, Jakarta, dikutip Minggu (11/1/2026).
Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen meningkat pada kelompok pengeluaran Rp2,1 juta hingga Rp5 juta. Peningkatan tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran Rp4,1 juta–Rp5 juta dengan IKK mencapai 129,2. Sementara berdasarkan kelompok usia, peningkatan IKK hanya terjadi pada konsumen berusia 31–40 tahun dengan indeks sebesar 127,5.
Secara spasial, IKK tercatat meningkat di mayoritas kota yang disurvei, terutama di Banten, Mataram, dan Ambon. Namun, penurunan IKK terjadi di sejumlah kota seperti Medan dan Padang, yang dipengaruhi dampak bencana di wilayah Sumatera.
Denny menjelaskan, kuatnya keyakinan konsumen tersebut ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada di level optimis. IKE tercatat sebesar 111,4 dan IEK sebesar 135,6, meski sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.
Tetap kuatnya IKE bersumber dari kenaikan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) yang tercatat sebesar 106,5, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar103,7. Sementara itu, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) tercatat di level optimis masing-masing sebesar 120,2 dan 107,6.
Secara spasial, sebagian besar kota mencatatkan peningkatan IKE, terutama di Banten, Ambon, dan Manado. Sementara itu, penurunan IKE terutama terjadi di Medan, Padang, dan Semarang.
Lebih lanjut, BI memprakirakan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan tetap kuat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) yang naik tipis menjadi 140,8 dari sebelumnya 140,6.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK), dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) tercatat di level optimis masing-masing sebesar 135,1 dan 130,8, meski lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya masing-masing sebesar 135,3 dan 133,8.
Secara spasial, sebagian kota mencatatkan peningkatan IEK, terutama di Banten, Mataram, dan Palembang. Sedangkan IEK mengalami penurunan di sebagian kota lainnya, terutama di Medan, Padang, dan Bandar Lampung.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Fajar Sulaiman