- Home
- /
- Government
- /
- Government
Menkes Ungkap 14 Rumah Sakit di Daerah Terpencil Segera Diresmikan Prabowo
Kredit Foto: Istihanah
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan 14 rumah sakit yang telah rampung dibangun di wilayah kabupaten, kota, terpencil, dan tertinggal. Peresmian tersebut merupakan bagian dari program pembangunan 66 rumah sakit yang dijalankan pemerintah untuk memperluas akses layanan kesehatan nasional.
Budi menyampaikan, pembangunan rumah sakit di daerah terpencil merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo yang bertujuan memastikan masyarakat di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur kesehatan dapat memperoleh layanan yang lebih terjangkau.
“Pak Presiden Prabowo sudah menyuruh saya yang pertama untuk membangun 66 rumah sakit di kabupaten, kota yang terpencil dan tertinggal. Untuk memastikan itu tadi, bahwa aksesnya terjangkau dan sekarang sudah siap jadi 14 rumah sakit, mudah-mudahan beliau bisa segera resmikan,” ujar Budi saat ditemui di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Merebak di India, Kemenkes Pastikan Virus Nipah Belum Masuk Indonesia
Ia menjelaskan, program pembangunan rumah sakit tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat sistem layanan kesehatan nasional, khususnya di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas medis.
Selain pembangunan fasilitas, Budi menekankan bahwa Presiden juga menyoroti pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam kebijakan kesehatan. Pemerintah dinilai tidak hanya bertugas menyediakan rumah sakit, tetapi juga menjaga masyarakat tetap sehat agar tidak memerlukan perawatan medis berat.
“Pak Presiden juga bilang, lebih baik kalau semua rakyat Indonesia itu sehat. Jadi jangan sampai sakit. Kalau perlu tidak usah masuk rumah sakit karena itu lebih murah dan juga lebih baik kualitas hidupnya,” kata Budi.
Baca Juga: Siap Ekspansi Global, BAPI Kembangkan RS Bhakti Asih dan Universitas Bhakti Asih
Sebagai bagian dari pendekatan tersebut, pemerintah meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Program ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat agar pengobatan dapat dilakukan lebih awal dengan biaya yang lebih rendah.
“Kalau kesehatannya ketahuan lebih dini, pengobatannya lebih mudah dan lebih murah,” ujarnya.
Budi menambahkan, hasil pelaksanaan CKG menunjukkan bahwa penyakit yang paling banyak terdeteksi pada anak-anak adalah gangguan gigi dan hipertensi. Sementara itu, pada kelompok usia lanjut, hipertensi menjadi penyakit yang paling dominan, diikuti oleh obesitas.
Pemerintah berharap kombinasi antara pembangunan fasilitas kesehatan dan penguatan program deteksi dini dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus menekan beban penyakit di masyarakat, terutama di wilayah terpencil dan tertinggal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: