Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Angkat Mojtaba Khamenei, Iran Dinilai Sedang Menantang Trump

Angkat Mojtaba Khamenei, Iran Dinilai Sedang Menantang Trump Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penunjukan Mojtaba Khamenei dinilai sebagai sinyal konfrontasi langsung dari Iran ke Amerika Serikat (AS). Ia memencerminkan pilihan untuk menghadapi tekanan yang diberikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Analis Senior Middle East Institute, Alex Vatanka mengatakan langkah tersebut menunjukkan bahwa perubahan kepemimpinan tidak akan mengubah arah kebijakan dari Iran. Sebelumnya, Trump menyebut bahwa dirinya tidak akan merestui penunjukkan dari Mojtaba Khamenei.

Baca Juga: Iran Resmi Tunjuk Sosok Pengganti Ali Khamenei

“Memilih Mojtaba berarti menggunakan pola yang sama. Ini menjadi pukulan bagi Amerika Serikat. Namun akhirnya pemimpin lama hanya digantikan oleh putranya yang juga berhaluan keras,” ujarnya, dikutip dari Reuters.

Di Iran, pemimpin tertinggi memiliki otoritas tertinggi atas militer, kebijakan luar neger, hingga program nuklir negara tersebut. Ia juga berperan mengarahkan presiden dan parlemen dari Teheran.

Pemilihan Mojtaba dinilai merupakan upaya mengirim pesan kuat bahwa kepemimpinan negara tersebut tidak melihat ruang kompromi setelah serangan dari Israel dan AS. Keluarganya dilaporkan turut menjadi korban dalam serangan udara yang menewaskan ayahnya, yang semakin memperkuat sentimen balas dendam dalam lingkaran elite Iran.

Kematian Ali Khamenei bahkan disebut sebagai syahid. Ia disamakan dengan figur simbolis yang melambangkan pengorbanan dan perlawanan terhadap penindasan.

Adapun Mojtaba dikenal sebagai ulama garis keras yang memiliki hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Hal ini membuka kemungkinan pemerintahan yang baru akan memperketat kontrol domestik hingga memperluas peran militer dari IRGC.

Penunjukan Mojtaba terjadi saat masih berlangsungnya perang antara Iran-Amerika Serikat dan Israel. Serangan udara dilaporkan telah menghancurkan fasilitas penyimpanan bahan bakar di Tehran. 

Baca Juga: Perkembangan Terbaru Hari Ke-9 Perang, Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Iran Justru Balik Mengancam

Serangan terhadap depot bahan bakar sebagai fase baru yang berbahaya dalam konfliknya dengan Israel dan Amerika Serikat. Namun Tel Aviv menyatakan fasilitas tersebut merupakan target militer sah karena digunakan untuk mendukung operasi perang, termasuk produksi bahan bakar roket bagi rudal balistik dari Iran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar