Kia Tertolong Penjualan Mobil Listrik Meski Harus Kehilangan Cuan Triliunan Gegara Tarif Trump
Kredit Foto: Istimewa
Pabrikan otomotif dari Korea Selatan, Kia Motor melaporkan penurunan laba bersih sebesar 23 persen menjadi USD 5,3 miliar pada tahun 2025 ini karena faktor terdampak tarif impor AS yang diperkenalkan April lalu.
Meski demikian, Kia mencatat ada kenaikan dari sisi pendapatan naik sebesar 6,2% USD 80 miliar karena ditopang penjualan kendaraan global yang naik 1,5% menjadi 3,14 juta unit.
Kia merinci ada kenaikan permintaan yang kuat untuk model hibrida dan terbukti membantu perusahaan mengerek cuan.
Baca Juga: Apple Rilis iOS 26.2.1: Apple Intelligence Kian Pintar dan Performa Kamera Meningkat
Sementara di segmen penjualan kendaraan listrik, termasuk hibrida dan kendaraan listrik baterai (BEV) naik lebih dari 17% menjadi 749.000 unit atau setara lebih dari 24% dari total penjualan.
Kia melaporkan terjadi penurunan laba operasional sebesar 28% menjadi 6,4 miliar USD pada tahun 2025, karena Kia menanggung sebagian besar peningkatan biaya yang terkait dengan tarif AS.
Untuk diketahui, pada April 2025, pemerintah AS menerapkan tarif 25% untuk impor kendaraan dan komponen dari Korea Selatan, sebelum menurunkan tarif menjadi 15% pada November 2025.
Jung Seong-kook, wakil presiden senior Kia, mengatakan bahwa penerapan tarif impor AS menyebabkan perusahaan kehilangan pendapatan sekitar 2,9 triliun won Korea tahun lalu, dan memperkirakan angka ini akan meningkat menjadi 3,3 triliun won Korea pada tahun 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: