Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Likuiditas Terjaga, DPK Bank Mandiri Tumbuh 23,9% Jadi Rp2.105 Triliun

        Likuiditas Terjaga, DPK Bank Mandiri Tumbuh 23,9% Jadi Rp2.105 Triliun Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)  mencatatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp2.105,8 triliun sepanjang 2025, tumbuh 23,9% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan DPK tersebut ditopang peningkatan dana murah (current account saving account/CASA) yang menjaga likuiditas perseroan di tengah kondisi ekonomi global yang masih menantang.

        Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, penguatan DPK menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan stabilitas pendanaan.

        “Pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri yang semakin terintegrasi, didukung sinergi antar kanal digital dan transaksi nasabah yang mampu mengakselerasi penghimpunan dana murah sebagai basis pendanaan yang unggul dan berkelanjutan,” ujar Riduan dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

        Baca Juga: Tumbuh Double Digit, Kredit Bank Mandiri Tembus Rp1.895 triliun di 2025

        Dari total DPK tersebut, dana murah (CASA) tercatat mencapai Rp1.431,4 triliun, tumbuh 12,6% YoY. Struktur pendanaan ini dinilai memberikan bantalan likuiditas yang kuat sekaligus menekan biaya dana (cost of fund), sehingga mendukung penyaluran kredit secara berkelanjutan.

        Riduan menjelaskan, penguatan DPK tidak terlepas dari akselerasi layanan digital Bank Mandiri. Optimalisasi platform ritel dan wholesale mendorong peningkatan aktivitas transaksi nasabah, yang berdampak langsung pada penghimpunan dana.

        “Pemanfaatan layanan digital kami arahkan untuk memperkuat ekosistem transaksi nasabah ritel dan pelaku usaha secara terintegrasi,” katanya.

        Baca Juga: Bank Mandiri Tebar Dividen Rp52,5 Triliun, Setoran Pajak Negara Tembus Rp27 Triliun

        Pertumbuhan DPK tersebut menopang ekspansi kredit Bank Mandiri yang mencapai Rp1.895 triliun sepanjang 2025, tumbuh 13,4% YoY. Dengan likuiditas yang memadai, Bank Mandiri mampu menjaga fungsi intermediasi tanpa mengorbankan kualitas aset.

        Dari sisi risiko, Bank Mandiri menjaga rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL Gross) di level 0,96% pada akhir 2025, berada di bawah rata-rata industri. Kondisi ini memperkuat persepsi stabilitas pendanaan dan kepercayaan nasabah terhadap perseroan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: