Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wall Street Anjlok Dipicu Kekhawatiran Belanja Besar Big Tech AI

        Wall Street Anjlok Dipicu Kekhawatiran Belanja Besar Big Tech AI Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Saham Amerika Serikat ditutup melemah tajam pada Kamis (5/2). Penurunan terjadi seiring tekanan kuat pada saham-saham teknologi besar seperti Microsoft, Amazon, dan Alphabet.

        Dikutip dari Reuters, S&P 500 turun 1,23% ke 6.798,40. Sementara Nasdaq melemah 1,59% ke 22.540,59. Dow Jones Industrial Average juga terkoreksi 1,20% ke 48.908,72.

        Baca Juga: Grab Serok Lagi Saham Superbank (SUPA), Habiskan Dana Rp667,38 Miliar

        Alphabet mengungkapkan rencana peningkatan besar belanja modal untuk kecerdasan buatan (AI). Bersama para pesaing teknologi besar lainnya, belanja akal imitasi perusahaan-perusahaan teknologi tahun ini saja diperkirakan akan melampaui US$500 Miliar.

        Amazon ikut tertekan setelah penutupan perdagangan, menyusul proyeksi belanja modal besar pada 2026. Langkah ini memperkuat pandangan bahwa perusahaan teknologi besar belum akan mengendurkan investasi agresif mereka di akal imitasi (AI).

        Dalam beberapa bulan terakhir, investor semakin berhati-hati terhadap lonjakan belanja akal imitasi , menunggu bukti yang lebih jelas bahwa investasi tersebut benar-benar mampu mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba.

        “Ini pertama kalinya kita melihat perusahaan teknologi berkapitalisasi besar memasuki siklus belanja modal sebesar ini,” kata Ahli Strategi Investasi U.S. Bank Wealth Management, Tom Hainlin.

        “Pasar menjadi volatil karena masih mempertanyakan apakah investasi tersebut pada akhirnya akan menghasilkan kinerja keuangan yang sepadan," tuturnya.

        Baca Juga: Terseret Skandal Goreng Saham Minna Padi, Emiten Hapsoro (BUVA) Buka Suara!

        Selain itu, kekhawatiran bahwa kemajuan pesat teknologi akal imitasi dapat menggerus permintaan terhadap perangkat lunak tradisional turut membebani sentimen, karena berpotensi menekan margin keuntungan di seluruh sektor teknologi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: