Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Galang Dukungan Global, Taiwan Semua Bongkar Hipokrisi China

        Galang Dukungan Global, Taiwan Semua Bongkar Hipokrisi China Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Taiwan menegaskan bahwa ancaman kedamaian dunia yang luput dari mata pengawasan saat ini adalah China. Pihaknya membongkar semua kebusukan rivalnya itu terkait dengan komitmennya menjaga perdamaian sesuai prinsip dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

        Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung mengatakan bahwa baik berdasarkan fakta sejarah, realitas objektif maupun hukum internasional, kedaulatan wilayahnya tidak pernah menjadi milik Republik Rakyat China.

        Baca Juga: Asia Timur Masih Panas, China Desak Jepang Hadirkan Tindakan Nyata Soal Taiwan

        “China baru-baru ini terlibat dalam provokasi militer dalam wilayah kami dan berulang kali secara terbuka melanggar prinsip yang melarang penggunaan kekuatan atau ancaman kekuatan,” kata Lin, dikutip dari Reuters.

        Menurutnya, tindakan tersebut kembali menunjukkan pola pikir hegemonik yang tidak sejalan dengan pernyataan resmi soal komitmen menjaga perdamaian yang sering diungkapkan oleh Beijing.

        Militer China menurutnya hampir setiap hari beroperasi di Taiwan. Beijing bahkan menggelar latihan perang skala besar terbaru dalam wilayah sekitar pulau tersebut pada Desember 2025.

        Taiwan sendiri dianggap sebagai bagian dari China. Namun, Taipei menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa masa depannya hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya sendiri.

        Baca Juga: Militerisasi Hingga Taiwan, Kemenangan Sanae Takaichi Cs Bakal Picu Ketegangan Baru China-Jepang

        Sebelumnya, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi sebelumnya memperingatkan bahwa sejumlah negara berupaya memisahkan Taiwan dari China.

        Beijing berpendapat bahwa wilayah tersebut telah dikembalikan ke China di Perang Dunia II 1945. Oleh karena itu, setiap tantangan terhadap klaim tersebut dianggap sebagai upaya menggugat tatanan internasional pascaperang dan kedaulatan dari China.

        Baca Juga: Prabowo Akan Rombak Dana Desa, Ini Alasannya

        Namun, Taiwan membantah narasi tersebut. Taipei menegaskan bahwa wilayahnya diserahkan kepada Republik China, bukan Republik Rakyat China.

        Baca Juga: Sinyal Perang Dunia, Intelijen Eropa Sebut Xi Akan Andalkan Rusia Saat Pecahnya Konflik China-Taiwan

        Pernyataan saling bertentangan ini kembali menyoroti kompleksitas isu dari Taiwan. Ia tidak hanya menjadi persoalan lintas selat, tetapi juga titik panas geopolitik yang melibatkan kepentingan regional dan global menyusul lokasi strategis dari Selat Taiwan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: