Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Diam-diam Kirim Utusan, China Akhirnya Tegaskan Posisinya Dalam Perang Rusia-Ukraina

        Diam-diam Kirim Utusan, China Akhirnya Tegaskan Posisinya Dalam Perang Rusia-Ukraina Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        China menegaskan komitmen serta posisinya dalam menanggapi perang dari Rusia dan Ukraina. Beijing diketahui dapat menjadi kunci dalam mendorong perdamaian dari kedua negara menyusul posisinya yang merupakan mitra strategis dari Moskow.

        Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong perundingan damai terkait konflik Ukraina. Ia menyatakan posisi negaranya konsisten dan jelas, yakni seluruh konflik regional harus diselesaikan melalui dialog dan konsultasi, termasuk krisis Ukraina.

        Baca Juga: Raksasa Eropa, Jepang dan China Berebut Proyek Hijau Danantara Indonesia

        “Kontribusi China terletak pada mendorong perdamaian dan memfasilitasi dialog,” ujar Wang, dikutip dari Xinhua.

        Wang mengatakan pihaknya telah mengirimkan utusan khusus untuk melakukan mediasi dan terus mendorong semua pihak melalui berbagai jalur diplomatik agar segera mencapai gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan.

        Wang menyebut perkembangan terbaru cukup menggembirakan, seiring kembalinya dialog antar pihak terkait, dengan pembahasan yang mulai menyentuh isu-isu substantif dari krisis dari Ukraina.

        Meski medikian, ia mengakui masih terdapat perbedaan pandangan yang besar dan perdamaian tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Wang juga menekankan bahwa dialog berkelanjutan merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian jangka panjang.

        Baca Juga: China Ikut Jadi 'Target' Rencana Serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran

        “Tanpa dialog yang berkesinambungan, kesepakatan damai tidak akan tercapai dengan sendirinya,” kata Wang.

        China menurutnya juga akan terus mendukung seluruh upaya yang bertujuan menciptakan perdamaian dan memainkan peran konstruktif sesuai dengan caranya sendiri.

        Sebelumnya, Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo mengatakan bahwa perang bisa diakhiri dengan adanya peran dari Presiden China, Xi Jinping. 

        Xi Jinping menurutnya dapat menggunakan pengaruhnya untuk membantu menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina. Ia dapat memengaruhi dan mengurangi kerja sama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

        Baca Juga: Galang Dukungan Global, Taiwan Semua Bongkar Hipokrisi China

        Dukungan Beijing ke Moskow, baik secara langsung maupun tidak langsung menurutnya telah melemahkan hubungan antara China dan Uni Eropa. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: