Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bermodal Rp300 Ribu, Mitra Bukalapak Ini Bangun Ketahanan Ekonomi Keluarga

        Bermodal Rp300 Ribu, Mitra Bukalapak Ini Bangun Ketahanan Ekonomi Keluarga Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Di tengah tekanan biaya hidup dan terbatasnya lapangan kerja formal, kisah Putri Wulandari menghadirkan sudut pandang ekonomi yang relevan, ketahanan keluarga bisa dibangun dari usaha mikro. 

        Berawal dari kebutuhan sederhana tetap mengasuh anak tanpa kehilangan penghasilan Putri membuktikan bahwa warung kecil mampu bertransformasi menjadi aset produktif yang menopang masa depan keluarga.

        Bagi Putri Wulandari, Juragan Mitra asal Bandung Barat, masa depan bukanlah sesuatu yang ditunggu, melainkan dirancang sejak dini. Keputusan berhenti dari pekerjaan formal pada 2018 demi merawat anak justru menjadi titik balik. 

        Dengan modal awal Rp300.000, ia membuka warung sembako rumahan yang menyasar kebutuhan harian warga sekitar kopi, beras, dan mie instan segmen pasar paling stabil dalam ekonomi lokal.

        Dalam perspektif ekonomi mikro, langkah Putri mencerminkan keberanian memulai dari titik terkecil. Usaha ritel skala rumah tangga memiliki perputaran cepat dan risiko relatif terkelola. Namun Putri menyadari, agar bertahan dan tumbuh, warungnya membutuhkan akselerasi. Di sinilah ia bergabung sebagai Juragan di Mitra Bukalapak, membuka akses ke ekosistem digital yang sebelumnya asing baginya.

        Tantangan awal tak terelakkan, keterbatasan modal saldo dan minimnya literasi teknologi. Meski begitu, Putri memanfaatkan ruang belajar yang tersedia, mulai dari transaksi digital yang aman hingga strategi promosi. 

        Hasilnya signifikan. Dari keuntungan yang semula hanya cukup untuk kebutuhan harian, kini usahanya menghasilkan laba bersih Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Pendapatan tersebut dialokasikan secara produktif: biaya sekolah dua anak, dukungan bagi orang tua, hingga pembelian kendaraan bermotor.

        Dampak ekonomi dari keberhasilan Putri meluas ke ranah sosial. Keaktifannya sebagai Juragan membawanya terpilih sebagai penggerak program KOLAK (Kompak Bareng Mitra Bukalapak) pada 2025. Dengan dukungan Bukalapak, ia menyalurkan takjil gratis kepada pelanggan dan warga sekitar. 

        "Bagi saya, ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi wujud rasa syukur dan kebersamaan,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

        Jejak positif itu berlanjut. Pada 2026, program KOLAK hadir dengan skala lebih besar, menargetkan pembagian ribuan paket takjil melalui jaringan Mitra di berbagai daerah. Dari kacamata ekonomi kerakyatan, inisiatif ini menunjukkan bagaimana platform digital dapat memperkuat UMKM sekaligus mendorong efek berganda bagi komunitas lokal.

        Baca Juga: Panin Dai-ichi Life Bayar Klaim Rp5,5 Miliar di Bandung

        Kini, fokus Putri tertuju pada perencanaan jangka panjang: memastikan kedua anaknya menempuh pendidikan hingga sarjana. Disiplin mengelola keuangan sejak menjadi Juragan membuat menabung bukan lagi wacana.

        “Sebagian penghasilan ditabung untuk sekolah anak-anak. Sejak menjadi Juragan, saya mulai bisa menabung. Ini awal yang baik untuk menata masa depan,” katanya.

        Di tengah tantangan ekonomi yang dinamis, kisah Putri Wulandari menegaskan satu hal, dengan optimisme, literasi digital, dan pengelolaan keuangan yang tepat, usaha mikro bukan sekadar penyambung hidup melainkan fondasi kemandirian ekonomi keluarga. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: