- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Bukalapak (BUKA) Beber Kinerja Ekosistem Marketplace Usai Beralih ke Produk Virtual
Kredit Foto: Ist
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengungkap kinerja ekosistem marketplace Perseroan pada 2025. Diketahui, pada awal tahun lalu, Bukalapak melakukan penyesuaian terhadap fokus kegiatan usaha, dengan menutup layanan marketplace produk fisik untuk bertransformasi menjadi platform yang fokus pada produk digital.
Sekretaris Perusahaan BUKA, Cut Fika Lutfi, dalam keterbukaan informasi pada Senin (16/2), menyatakan bahwa hingga triwulan ketiga 2025, jumlah pengguna aktif dan volume transaksi pada segmen marketplace mengalami penurunan secara tahunan.
Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh penghentian layanan physical goods yang sebelumnya berkontribusi terhadap traffic dan frekuensi transaksi.
"Meskipun demikian, produk virtual tetap menunjukkan tingkat kebutuhan yang stabil dan Perseroan masih mencatatkan penambahan pengguna baru pada kategori produk virtual tertentu. Hal ini mencerminkan bahwa produk virtual masih diminati, tetap memiliki basis pengguna yang relevan dan karakteristik permintaan yang lebih terfokus sesuai dengan arah pengembangan usaha Perseroan," ujarnya.
Baca Juga: Bukalapak (BUKA) Bakal Lanjutkan Buyback Saham Senilai Rp280,99 Miliar
Memasuki 2026, Perseroan menargetkan pertumbuhan ekosistem marketplace produk virtual dengan fokus pada kategori yang memiliki tingkat utilitas tinggi, struktur margin lebih baik, serta potensi monetisasi berkelanjutan.
Langkah ini dilakukan sejalan dengan transformasi yang menitikberatkan pada optimalisasi basis pengguna serta penguatan sinergi dalam ekosistem Mitra Bukalapak.
Dari sisi produk, Perseroan akan memprioritaskan penambahan variasi produk virtual yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Upaya ini diiringi peningkatan keandalan platform serta penyempurnaan pengalaman transaksi untuk mendorong retensi dan frekuensi transaksi.
Perseroan juga akan memperluas kerja sama dengan mitra strategis guna menjaga daya saing produk dan memastikan ketersediaan layanan.
Baca Juga: Pengendali Serok Saham Bukalapak (BUKA) Senilai Rp931,83 Miliar
"Dalam pelaksanaannya, Perseroan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent) dengan memperhatikan dinamika persaingan usaha, perkembangan teknologi, serta perubahan regulasi. Langkah tersebut dilakukan melalui pengelolaan portofolio produk secara selektif, penguatan kapabilitas teknologi, serta penerapan disiplin dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas," jelas Cut Fika.
Dengan strategi tersebut, Perseroan memandang segmen marketplace produk virtual akan tetap menjadi salah satu pilar yang mendukung kinerja usaha Perseroan secara berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: