- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Perkuat Struktur Permodalan, Bank Mega (MEGA) Bakal Tebar Saham Bonus Rp5,87 Triliun
Kredit Foto: Bank Mega
PT Bank Mega Tbk (MEGA) berencana membagikan saham bonus kepada para pemegang sahamnya. Aksi korporasi ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret 2026.
"Dalam rangka memperkuat struktur permodalan Perseroan dan meningkatkan jumlah saham Perseroan yang merupakan salah satu upaya Perseroan untuk meningkatkan jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham sehingga diharapkan perdagangan saham di Bursa Efek akan menjadi lebih likuid, maka Perseroan berencana untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham," kata manajemen.
Saat ini, modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan tercatat sebanyak 11.740.923.365 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham, atau setara Rp5.870.461.682.500.
Di sisi lain, tambahan modal disetor (agio) berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit pada 6 Februari 2026 tercatat sebesar Rp6.347.491.000.000.
Baca Juga: Moody’s Revisi Outlook, Bank Mega Sebut Risiko Terbatas
Perseroan mengusulkan sebesar Rp5.870.461.682.500 untuk dibagikan sebagai saham bonus dengan nilai nominal Rp500 per saham. Dengan skema ini, jumlah saham baru yang akan diterbitkan mencapai 11.740.923.365 lembar.
"Pembagian saham bonus akan dilakukan secara proporsional dengan kepemilikan saham dari setiap pemegang saham Perseroan. Sesuai keputusan Rapat Direksi dan Dewan Komisaris tanggal 09 Februari 2026, ditetapkan 1 saham lama akan memperoleh 1 saham bonus dengan nilai nominal Rp500 per saham," jelas manajemen.
Pemegang saham yang berhak memperoleh saham bonus adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 13 April 2026 (recording date). Distribusi saham bonus dijadwalkan pada 30 April 2026.
Baca Juga: OJK Bidik 32 Kasus Dugaan Manipulasi Harga Saham, Tegaskan Tidak Tebang Pilih
Pasca aksi ini, saldo agio saham Perseroan akan berkurang menjadi Rp477.029.317.500. Namun demikian, modal ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat signifikan menjadi 23.481.846.730 saham, mencerminkan penguatan struktur permodalan sekaligus peningkatan jumlah saham beredar di pasar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri