Kredit Foto: Pertamina
Pemerintah menegaskan bahwa PT Pertamina (Persero) saat ini menanggung selisih harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Untuk sementara, pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM, baik nonsubsidi maupun subsidi, demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
"Sementara, sepertinya Pertamina (yang menanggung), sementara ya," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Senin (6/4).
Menurut Purbaya, kondisi keuangan Pertamina saat ini masih cukup kuat untuk menopang kenaikan harga minyak dalam jangka pendek, didukung oleh pembayaran subsidi dan kompensasi dari pemerintah yang berjalan lancar.
"Dia mampu karena sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar, dan kompensasi kita bayar tiap bulan 70 persen terus menerus," ujarnya.
Dengan skema tersebut, likuiditas Pertamina tetap terjaga sehingga mampu menahan beban selisih harga BBM tanpa langsung membebani anggaran negara. "Jadi keuangan Pertamina amat baik, untuk absorb itu jangka waktu pendek enggak masalah," katanya.
Meski demikian, Purbaya mengakui dalam jangka panjang beban tersebut tetap akan berdampak pada anggaran pemerintah melalui mekanisme subsidi dan kompensasi energi. Tambahan beban ini masih dalam batas aman defisit APBN sesuai undang-undang, yakni dari 2,68 persen PDB menjadi sekitar 2,9 persen.
BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik 10%
Managing Director Political Economic and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menilai bahwa dalam beberapa minggu ke depan Pertamina berpotensi menaikkan harga BBM nonsubsidi sekitar 10%.
Menurutnya, meskipun perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berakhir, pemulihan produksi minyak mentah di Timur Tengah tetap akan terhambat sehingga suplai berpotensi tersendat selama berbulan-bulan.
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah diperkirakan akan melakukan penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, hanya tinggal menunggu waktu.
Baca Juga: Harga Minyak Tak Pasti, Jokowi Peringatkan Ketahanan APBN Indonesia
Baca Juga: Harga BBM Ditahan, Mantan Menteri ESDM Ingatkan Risiko APBN Membesar
"Saya rasa enggak sampai satu bulan atau mingguan lah, pemerintah akan melakukan penyesuaian harga BBM," ucapnya, dikutip dari BBC News Indonesia.
Anthony menambahkan, Pertamina saat ini belum menaikkan harga BBM nonsubsidi karena masih memiliki stok lama. Namun jika stok tersebut habis, Pertamina akan menggunakan harga baru yang lebih tinggi. “Kemungkinan besar kenaikannya sekitar 10%, itu masih masuk akal,” tandasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: