Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Proposal Islamabad Accord Muncul, Bisa Damaikan Iran dan Amerika Serikat

        Proposal Islamabad Accord Muncul, Bisa Damaikan Iran dan Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iran dan Amerika Serikat dilaporkan mulai menjajaki upaya diplomasi dan hal tersebut mulai menunjukkan perkembangan setelah kedua pihak menerima kerangka proposal perdamaian yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz di Timur Tengah.

        Dikutip dari ReutersLaporan menyebutkan bahwa rancangan kesepakatan tersebut disusun oleh Pakistan. Kerangan tersebut telah disampaikan kepada kedua negara melalui jalur komunikasi khusus.

        Baca Juga: UEA Minta Iran 'Dilucuti' untuk Keamanan di Timur Tengah

        Proposal itu sendiri dijuluki Islamabad Accord. Ia berisi usulan pendekatan dua tahap, dimulai dengan gencatan senjata segera yang diikuti oleh perundingan kesepakatan komprehensif.

        Dalam tahap awal, gencatan senjata akan langsung diberlakukan dan diharapkan membuka kembali Selat Hormuz. Dengan waktu sekitar 15–20 hari, kedua negara selanjutnya diharapkan bisa merampungkan kesepakatan lanjutan.

        Dokumen awal direncanakan berbentuk memorandum of understanding (MoU) yang difinalisasi secara elektronik melalui Pakistan. Ia mesti disetujui terlebih dahulu oleh Iran dan Amerika Serikat.

        Adapun Teheran dalam kesepakatan final diperkirakan akan diminta berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi dan pencairan aset yang dibekukan. Namun hingga saat ini, mereka belum memberikan komitmen resmi meski tekanan diplomatik terus meningkat.

        Sebelumnya, laporan juga menyebut adanya kemungkinan pembahasan gencatan senjata selama 45 hari sebagai bagian kesepakatan bertahap dari Iran dan Amerika Serikat.

        Uni Emirat Arab (UEA) menuntut adanya pembukaan hingga akses bebas terhadap Selat Hormuz. Ia mengatakan bahwa akses pelayaran dalam wilayah tersebut harus menjadi bagian utama dalam setiap penyelesaian konflik dari Iran dan Amerika Serikat.

        Pejabat Senior Uni Emirat Arab, Anwar Gargash, menegaskan bahwa akses menuju selat tersebut harus menjadi bagian utama dalam setiap penyelesaian konflik dari Timur Tengah. Menurutnya, jalur strategis tersebut tidak boleh dijadikan alat tekanan politik karena memiliki peran krusial bagi perekonomian global.

        “Selat Hormuz tidak boleh disandera oleh negara mana pun. Kebebasan navigasi harus menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap penyelesaian konflik,” ujarnya.

        Baca Juga: Korea Utara Mulai Jauhi Iran, Buka Peluang Hubungan dengan Amerika Serikat

        Gargash memperingatkan bahwa kesepakatan yang tidak mengatasi isu utama justru akan menciptakan konflik yang lebih berbahaya dan ketidakstabilan bagi Timur Tengah. Ia mendorong  adanya pembatasan untuk program nuklir serta pengembangan rudal dan drone dari Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: