Dibombardir Amerika Serikat, Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Tewas
Kredit Foto: AP Photo
Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengonfirmasi kematian dari Kepala Organisasi Intelijen Islamic Revolutionary Guard Corps, Majid Khademi. Ia dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Khademi disebut sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sistem keamanan dari Iran. Ia diketahui memiliki pengalaman hampir lima dekade dalam bidang intelijen dan pertahanan. Ia berperan penting dalam membentuk operasi yang dilakukan oleh Teheran.
Baca Juga: Proposal Islamabad Accord Muncul, Bisa Damaikan Iran dan Amerika Serikat
IRGC sendiri menyatakan bahwa informasi terkait pemakaman akan diumumkan kemudian. Kehilangannya dinilai dapat berdampak pada struktur komando dan strategi keamanan negara tersebut di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Israel dan Amerika Serikat.
Perang Iran, Tel Aviv dan Washington sendiri telah berlangsung lebih dari satu bulan. Namun upaya diplomasi kembali mengemuka menyusul laporan bahwa keduanya telah menerima kerangka proposal untuk mengakhiri permusuhan di Timur Tengah.
Laporan menyebutkan bahwa rancangan kesepakatan tersebut disusun oleh Pakistan. Kerangan tersebut telah disampaikan kepada kedua negara melalui jalur komunikasi khusus.
Proposal itu sendiri dijuluki Islamabad Accord. Ia berisi usulan pendekatan dua tahap, dimulai dengan gencatan senjata segera yang diikuti oleh perundingan kesepakatan komprehensif.
Dalam tahap awal, gencatan senjata akan langsung diberlakukan dan diharapkan membuka kembali Selat Hormuz. Dengan waktu sekitar 15–20 hari, kedua negara selanjutnya diharapkan bisa merampungkan kesepakatan lanjutan.
Dokumen awal direncanakan berbentuk memorandum of understanding (MoU) yang difinalisasi secara elektronik melalui Pakistan. Ia mesti disetujui terlebih dahulu oleh Iran dan Amerika Serikat.
Adapun Teheran dalam kesepakatan final diperkirakan akan diminta berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi dan pencairan aset yang dibekukan. Namun hingga saat ini, mereka belum memberikan komitmen resmi meski tekanan diplomatik terus meningkat.
Baca Juga: UEA Minta Iran 'Dilucuti' untuk Keamanan di Timur Tengah
Sebelumnya, laporan juga menyebut adanya kemungkinan pembahasan gencatan senjata selama 45 hari sebagai bagian kesepakatan bertahap dari Iran dan Amerika Serikat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: