Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Spanyol Dorong China Gantikan Peran Amerika Serikat di Dunia

        Spanyol Dorong China Gantikan Peran Amerika Serikat di Dunia Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Spanyol mendorong adanya upaya yang lebih besar dalam menjaga kestabilan internasional dari China. Menurutnya, Beijing bisa menggantikan perang yang selama ini dimainkan oleh Amerika Serikat.

        Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mendorong negara tersebut untuk mengambil peran lebih besar dalam berbagai isu global, mulai dari perubahan iklim hingga keamanan internasional. Menurutnya, hal tersebut mulai ditinggalkan oleh Amerika Serikat.

        Baca Juga: Harga Bensin Siap Melonjak, Iran Sebut Blokade Amerika Serikat Bakal Jadi Miskalkulasi Trump

        Selain itu, ia mendorong negara tersebut untuk mendukung penghormatan terhadap hukum internasional dalam sejumlah konflik global, termasuk di Lebanon, Iran, Gaza, Tepi Barat dan Ukraina.

        "Sebagai contoh, dengan menuntut agar hukum internasional dihormati dan konflik di Lebanon, Iran, Gaza, Tepi Barat dan Ukraina dihentikan," katanya.

        Menurut Sanchez, Eropa juga harus ikut meningkatkan perannya guna menjadi pemain global, termasuk menggantikan perang dari Amerika Serikat. Blok euro menurutnya dapat mengisi kekosongan perang yang telah ditinggalkan oleh Washington.

        "Eropa juga harus melipatgandakan upayanya, terutama sekarang. Amerika Serikat telah memutuskan untuk menarik diri dari banyak front ini," katanya.

        Sanchez menekankan pentingnya membangun ekonomi global yang lebih seimbang dan saling menguntungkan dari Madrid dan China. Diketahui, Spanyol menjadi salah satu negara kawasan euro yang mendorong hubungan lebih erat dengan Beijing. 

        Adapun Sanchez sendiri dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping. Pertemuan keduanya nanti difokuskan pada pembahasan pada isu geopolitik dan kerja sama bilateral.

        China disebut menyumbang sekitar 74% dari total defisit perdagangan Spanyol. Dalam empat tahun terakhir, defisit tersebut meningkat tajam hingga mendekati US$50 miliar pada 2025.

        Madrid berharap kunjungan ini dapat meningkatkan ekspor pertanian dan manufaktur, mengurangi ketergantungan impor dan menyeimbangkan hubungan perdagangan dari Spanyol dan China.

        Kunjungan Sanchez terjadi di tengah upaya negara-negara untuk tetap menjalin hubungan dengan meski ada ketegangan geopolitik dari Barat dan Timur. Sebelumnya, sejumlah pemimpin negara juga melakukan hal serupa seperti Inggris, Irlandia, Kanada, dan Finlandia.

        Baca Juga: Amerika Serikat, Filipina dan Australia Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan

        Pernyataan Sanchez mencerminkan perubahan dinamika global, di mana adanya pergantian kekuatan global dan kepemimpinan dunia menjadi lebih multipolar. Di tengah ketidakpastian global, kerja sama lintas kawasan dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: