Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BTN Gandeng IDM Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Indonesia

        BTN Gandeng IDM Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Indonesia Kredit Foto: WE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat perannya dalam pengembangan sektor pariwisata nasional melalui kolaborasi strategis berbasis layanan keuangan dan digital. Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko atau InJourney Destination Management (IDM) di Lapangan Garuda, Kompleks Candi Prambanan, Kamis (30/4/2026).

        Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dan Direktur Utama IDM Febrina Intan. Kerja sama ini menjadi langkah strategis BTN dalam menghadirkan ekosistem pariwisata yang terintegrasi. Sekaligus, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya.

        "Kemajuan pariwisata menjadi indikator penting kemajuan sebuah negara. Karena itu, Indonesia menempatkan pengembangan industri pariwisata sebagai prioritas utama," ungkap Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu.

        Nixon menegaskan, keterlibatan BTN di sektor pariwisata merupakan bagian dari komitmen jangka panjang. Dalam beberapa tahun terakhir, BTN aktif mendukung berbagai aktivitas budaya di destinasi yang dikelola IDM, seperti Swara Prambanan dan Pasar Medang.

        "Pariwisata dan budaya adalah katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari komitmen BTN dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan pelaku ekonomi lokal, termasuk seniman dan UMKM," jelas Nixon.

        Melalui kerja sama ini, BTN juga memperluas implementasi layanan keuangan dan inovasi digital di kawasan destinasi. Layanan tersebut mencakup kemudahan transaksi bagi pengunjung dan pelaku usaha di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

        Baca Juga: BTN Tidak Bagikan Dividen 2025, Laba Rp3,5 Triliun Ditahan untuk Ekspansi

        Menurut Nixon, tingginya jumlah kunjungan di destinasi seperti TMII, Candi Borobudur, dan Prambanan menjadi peluang untuk menghadirkan sistem transaksi yang lebih efisien dan modern. Digitalisasi yang dikembangkan mencakup pembelian tiket, layanan makanan dan minuman (F&B), hingga berbagai aktivitas wisata dalam satu ekosistem terintegrasi.

        Didukung lebih dari 7 juta nasabah dan 4 juta pengguna Bale by BTN, perseroan menargetkan perluasan basis nasabah. Terutama dari segmen generasi muda dan keluarga. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi pelaku UMKM serta masyarakat di sekitar destinasi.

        Selain digitalisasi, BTN juga terus menyalurkan pembiayaan untuk pengembangan infrastruktur pariwisata. Mulai dari hotel, fasilitas wisata, transportasi, hingga pemberdayaan UMKM. Sebelumnya, BTN telah menjalin kemitraan dengan berbagai pelaku industri seperti Ancol dan Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI).

        "Harapannya, kolaborasi ini mampu mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan memperkuat industri pariwisata nasional secara berkelanjutan," terang Nixon.

        Sementara itu, Direktur Utama IDM Febrina Intan menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara sektor jasa keuangan dan pengelola destinasi. Kolaborasi ini diarahkan untuk menghadirkan pengalaman wisata berkelas dunia di kawasan Borobudur, Prambanan, Keraton Ratu Boko, serta TMII.

        Baca Juga: Endra Gunawan Resmi Jadi Wakil Komisaris Utama BTN

        "Ini merupakan wujud orkestrasi antar-BUMN untuk memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia, sekaligus membangun ekosistem pengalaman yang utuh dan bermakna," jelas Febrina.

        Kerja sama BTN dan IDM mencakup pengembangan berbagai program berbasis intellectual property (IP) di kawasan destinasi, termasuk kegiatan yang menyasar generasi muda seperti Festival Lampion dan Move at the Temple. Selain itu, kolaborasi juga mendukung atraksi budaya rutin seperti Ramayana Ballet Prambanan, pertunjukan Roro Jonggrang, dan Shinta Obong.

        Program serupa juga akan diperluas di TMII melalui berbagai event publik, di antaranya Festival Pecinan, Jelajah Ramadhan, hingga Pesta Rakyat Kemerdekaan. Di sisi lain, kedua pihak juga fokus meningkatkan kapasitas UMKM di kawasan Pasar Medang, Kampung Seni Borobudur, Prambanan, dan TMII.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: