Kredit Foto: Antara
Sejumlah program Presiden Prabowo Subianto, khususnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), belakangan ramai dibahas di media sosial.
Seorang netizen dengan akun X @tekarok007 menilai mayoritas program Prabowo, seperti KDMP, MBG, hingga Sekolah Rakyat, memang diarahkan untuk rakyat miskin.
Ia menilai Prabowo adalah kepala negara yang peduli pada masyarakat kecil, sehingga program pemerintahannya lebih terasa bagi rakyat miskin dibandingkan kelas menengah.
“Program Prabowo itu hampir buat mayoritas rakyat miskin, MBG, KDMP, Sekolah Rakyat dll. Padahal mereka dari dulu pingin punya presiden yang peduli sama rakyat miskin. Makanya efeknya buat kelas menengah dan menengah ke atas tidak terlalu terasa di zaman Prabowo. Tapi buat rakyat miskin yang kerasa banget,” tulisnya, dikutip Selasa (19/5).
Namun ia menilai program tersebut belum sempurna karena masih sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dana hasil sitaan koruptor. “Cuma belum sempurna, karena masih full 100% dari APBN dan sitaan koruptor,” imbuhnya.
Menurutnya, MBG seharusnya bisa diatur agar pemasok berasal dari warga sekitar sehingga perputaran uang tetap berada di daerah, bukan kembali ke Jakarta. Pemilik dapur MBG juga sebaiknya diwajibkan menghabiskan minimal 60% keuntungan di lokasi mereka beroperasi, agar ekonomi lokal semakin tumbuh.
Baca Juga: Prabowo Sebaiknya Tak Ikuti Cara Habibie Pulihkan Rupiah, RI Bisa Hancur!
Baca Juga: Gas Melon Rp16 Ribu di Kopdes, Mafia Tak Bisa Main Harga
Sementara itu, KDMP idealnya berfungsi seperti ritel lokal eksklusif yang menjual produk hasil panen warga dengan kemasan menarik untuk kelas menengah ke bawah, sekaligus menjadi satu-satunya jalur distribusi barang subsidi. Ke depan, KDMP juga bisa menyalurkan program pemerintah lain seperti operasi pasar, bansos, hingga pinjaman murah.
Meski begitu, ia menekankan pentingnya manajemen kontrol yang ketat. “Tapi tanpa ada yang kontrol ketat, mau sebagus apapun pogramnya dan sistemnya bakalan akan hancur,” tegasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya