Kredit Foto: Instagram/Ade Armando
Mantan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, menyarankan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) untuk tetap menjaga citra sebagai tokoh rakyat dan tidak terlalu dekat dengan PSI saat melakukan safari blusukan ke masyarakat.
Hal itu dikatakan Ade, menanggapi rencana Jokowi yang mau blusukan menemui rakyat usai dinyatakan oleh Sekjen Projo Fredy Alex Damanik yang bilang kondisi kesehatan Jokowi sudah pulih 99%.
Jokowi dijadwalkan memulai safari perjalanannya pada Juni 2026, dengan destinasi pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyapa masyarakat dan relawan.
Menurut Ade Armando, Jokowi perlu berhati-hati agar tidak terlihat sebagai bagian dari agenda partai tertentu, termasuk PSI. Ia menilai citra Jokowi sebagai pemimpin sederhana yang dekat dengan rakyat merupakan kekuatan utamanya selama ini.
"Pak Jokowi harus menjaga citranya sebagai tokoh rakyat, bukan tokoh partai. Puluhan tahun ia membangun citra sebagai orang biasa yang mampu membangun hubungan emosional dengan rakyat,” ujar Ade Armando.
Ia menambahkan bahwa masyarakat bahkan kerap lupa bahwa Jokowi berasal dari PDIP karena citranya yang kuat sebagai pemimpin sederhana dan tanpa jarak dengan rakyat.
Ade Armando juga menyebut bahwa Jokowi dinilai melihat kondisi Presiden Prabowo Subianto sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Menurutnya, salah satu tujuan utama Jokowi blusukan adalah untuk menunjukkan bahwa hubungannya dengan Prabowo tetap solid.
Lebih lanjut, Ade Armando menekankan pentingnya Jokowi menjaga jarak simbolis dari PSI dalam kegiatan safari tersebut.
"Sebaiknya jangan terlalu terlihat sebagai bagian dari agenda PSI. Penting agar safari ini bebas dari PSI. Kalau terlalu sering dikelilingi elit partai PSI, publik akan melihatnya sebagai upaya mengkonsolidasikan partai keluarga,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini Ketua Umum PSI dijabat oleh Kaisang Pangarep, putra Jokowi sendiri. Hal ini membuat publik semakin melihat unsur keluarga dalam hubungan Jokowi dengan PSI.
Ade Armando mengingatkan bahwa isu dinasti politik merupakan hal yang sensitif di Indonesia. Menurutnya, masyarakat cenderung resisten jika seorang tokoh politik dianggap terlalu rakus memperjuangkan kepentingan keluarga.
"Publik mulai resisten kalau sang tokoh terlalu rakus untuk membawa kepentingan keluarga,” tegasnya.
Saran Ade Armando ini muncul di tengah rencana Jokowi melakukan safari politik ke berbagai daerah, termasuk yang akan dimulai pada Juni mendatang di Nusa Tenggara Timur.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: