Korps Garda Revolusi Islam Iran Peringatkan Perang Bisa Meluas jika AS dan Israel Ulangi Agresi
Kredit Foto: Istimewa
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat dan Israel kembali melakukan agresi, perang tidak lagi terbatas di kawasan Asia Barat (Timur Tengah) saja.
Pada Rabu (20/5/2026), Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi juga menyampaikan peringatan keras melalui unggahan di X.
Ia menyatakan bahwa memulai kembali perang dengan Iran hanya akan mendatangkan “lebih banyak kejutan” bagi Amerika Serikat. Araghchi mengutip laporan Kongres AS yang mengakui kehilangan puluhan pesawat dalam konflik sebelumnya.
Konflik sebelumnya pecah pada 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota di Iran.
Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, sejumlah komandan militer senior, serta warga sipil. Iran kemudian membalas dengan rentetan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan militer AS dan Israel di kawasan tersebut.
Gencatan senjata akhirnya tercapai pada 8 April, diikuti perundingan perdamaian di Islamabad, Pakistan, pada 11–12 April. Namun, perundingan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan.
Dalam beberapa hari terakhir, pejabat AS dan Israel kembali meningkatkan ancaman serangan militer terhadap Iran.
Presiden Donald Trump pada Selasa (19/5) mengklaim para pemimpin Iran “memohon” agar tercapai kesepakatan, sekaligus memperingatkan bahwa serangan AS bisa kembali dilakukan dalam waktu dekat jika tidak ada kesepakatan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: