2 WNI Disekap di Malaysia Akibat Konflik Transaksi Gelap, Korban Alami Patah Kaki dan Penyiksaan
Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Dua warga negara Indonesia (WNI) asal Bangka Belitung yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan kejam di Malaysia akhirnya berhasil dipulangkan ke Tanah Air. Pemulangan para korban yang tiba di kantor Bareskrim Polri pada Kamis malam ini berhasil terlaksana berkat operasi penyelamatan lintas negara.
Operasi pembebasan ini digerakkan secara kolaboratif oleh Direktorat Tipidter Bareskrim Polri bersama BP3MI Kepulauan Riau, Divisi Hubungan Internasional Polri, Atase Kepolisian KBRI Kuala Lumpur, serta Polis Diraja Malaysia (PDRM). Langkah taktis tersebut diambil segera setelah otoritas kepolisian menerima laporan resmi mengenai adanya penyanderaan warga negara.
“Kami dari Direktorat Tipidter Bareskrim Polri, bersama dengan BP3MI Kepulauan Riau, serta bekerja sama ataupun berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, kami melaksanakan kegiatan penyelamatan warga negara kita yang dilakukan penyekapan," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, Jumat, 22 Mei 2026.
Aksi penyekapan dan penyiksaan ini diduga kuat dipicu oleh masalah internal dalam jaringan pengiriman pasir timah ilegal dari Bangka menuju Malaysia. Tiga pelaku yang juga berstatus sebagai WNI nekat menyandera kedua korban karena merasa ditipu terkait transaksi gelap komoditas tambang tersebut.
“Mereka bertiga melakukan penyekapan terhadap dua orang kawannya yang lain sebenarnya, karena dianggap telah melakukan penipuan," ungkap Irhamni memberikan rincian kasus. "Dia telah menerima uang tetapi pasir timahnya tidak dikirimkan ke Malaysia," lanjutnya menjelaskan akar perselisihan antar-pelaku.
Salah satu korban bernama Doris Candra asal Prabumulih dilaporkan mengalami luka parah seperti patah kaki serta cedera serius di tangan dan kepala akibat penganiayaan. Korban sempat disekap di sebuah rumah terpencil yang terletak di kawasan Pantai Sepang Putra, Tanjong Sepat, Selangor, Malaysia.
Baca Juga: Cerita Pilu Relawan WNI: Ditendang hingga Disetrum Tentara Israel Sebelum Berhasil Bebas
Kini pihak penyidik Bareskrim Polri terus melakukan pendalaman intensif untuk memetakan keterkaitan para pelaku dengan jaringan penyelundupan timah internasional lainnya. Polisi menegaskan tidak akan menoleransi aktivitas komplotan ini dan siap melakukan penegakan hukum secara menyeluruh.
“Ini adalah bagian dari sindikat yang telah teridentifikasi. Tentunya akan segera kami tindaklanjuti dengan proses penyelidikan dan penyidikan," tegas Irhamni mengenai kelanjutan penanganan perkara. "Apakah ada hubungannya dengan pemain-pemain atau sindikat yang lain yang sudah tertangkap? Kami akan melakukan pendalaman," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: