Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gabriel Rey dan Andry Hakim Masuk Pembeli Siaga Rights Issue CBRE

        Gabriel Rey dan Andry Hakim Masuk Pembeli Siaga Rights Issue CBRE Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) menunjuk empat pihak sebagai pembeli siaga (standby buyer) dalam aksi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issuePerseroan. Dua nama yang ikut masuk dalam daftar tersebut adalah Gabriel Rey dan Andry Hakim.

        Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), CBRE menyampaikan keempat pembeli siaga tersebut yakni PT Gunanusa Utama Fabricators, Global Tower Investments Limited, Andry Hakim, dan Gabriel Rey.

        Perseroan menjelaskan penunjukan pembeli siaga dilakukan untuk memastikan penyerapan saham baru apabila tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD dalam pelaksanaan rights issue.

        “Langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian terhadap penyerapan saham baru yang diterbitkan dalam aksi korporasi tersebut,” tulis manajemen CBRE dalam keterbukaan informasi, Jakarta, Jumat (2

        CBRE menegaskan seluruh pembeli siaga tersebut tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan. Masing-masing pihak juga telah menyampaikan surat pernyataan kesanggupan beserta dokumen pendukung terkait kecukupan dana untuk membeli sisa saham yang tidak terserap pasar.

        Dalam aksi korporasi ini, CBRE berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 12,76 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan berkisar Rp100 hingga Rp150 per saham. Melalui skema tersebut, Perseroan berpotensi menghimpun dana hingga sekitar Rp1,91 triliun.

        Direktur Utama CBRE Suminto Husin Giman mengatakan Perseroan tetap melanjutkan rights issue di tengah tantangan kondisi global dan pasar domestik sebagai bentuk komitmen kepada investor.

        “Rights issue ini tetap kami jalankan di tengah tantangan kondisi global dan market domestik karena ini merupakan bentuk komitmen Perseroan kepada investor. Kami optimistis langkah ini dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan usaha CBRE ke depan,” ujar Suminto.

        Baca Juga: Penguatan Dolar Jadi Angin Segar Bagi CBRE Jelang Rights Issue

        Baca Juga: Gabriel Rey dan Andry Hakim Masuk CBRE Jelang Rights Issue

        Baca Juga: CBRE Kantongi Kredit USD45 Juta dari Bank Maybank, Dana Buat Ini

        Menurut Perseroan, keberadaan standby buyer menjadi bagian penting dalam pelaksanaan rights issue karena memberikan kepastian terhadap penyerapan saham baru sehingga target penghimpunan dana dapat tercapai lebih optimal.

        Tambahan modal tersebut juga akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta menjaga fleksibilitas pendanaan Perseroan dalam mendukung operasional dan pengembangan usaha di sektor energi dan jasa penunjang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: