- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
GM PLN UID Aceh Beberkan 4 Gardu Induk Belum Nyala, Sebagian Wilayah Masih Padam
Kredit Foto: PT PLN (Persero)
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, mengungkapkan masih terdapat empat gardu induk (GI) yang belum dapat dioperasikan akibat terganggunya sistem transmisi Sumatera imbas cuaca ekstrem pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi sejak Jumat (22/5/2026).
Sebagaimana diketahui, terganggunya transmisi vital tersebut mengakibatkan setidaknya empat provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Jambi mengalami pemadaman listrik sejak Jumat pukul 18.44 WIB.
“Masih ada empat GI yang belum bertegangan dan berbeban, yaitu GI Meulaboh, GI Nagan Raya, GI Samadua, dan GI Blangpidie,” ujar Eddi dalam konferensi pers, Sabtu (23/5/2026).
PLN pun melakukan langkah taktis dengan menyalakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di sejumlah wilayah Aceh guna menopang pasokan listrik yang masih terganggu.
“Untuk PLTD sudah kami nyalakan seluruhnya. Alhamdulillah, PLTD berkapasitas 50 megawatt (MW) di Banda Aceh sudah beroperasi. Saat ini, PLTD di Lhokmata dapat menyuplai beban sebesar 7,7 MW, kemudian Ulee Kareng 12 MW, Punge Raya 7 MW, dan PLTD di Ayangan, Aceh Tengah, juga sudah dapat kami nyalakan,” jelas Eddi.
Meski masih terdapat beberapa GI yang belum dapat dioperasikan, Eddi menuturkan sebanyak 17 GI sudah kembali beroperasi dengan total suplai beban mencapai 283 MW. Secara keseluruhan, terdapat 21 GI di Provinsi Aceh.
Selain itu, PLTD isolated di Kota Fajar juga telah beroperasi dan mampu menyuplai beban sebesar 2,4 MW. Langkah tersebut membuahkan hasil positif, sehingga Pulau Sabang dan Kepulauan Simeulue tetap dalam kondisi normal dan tidak terdampak pemadaman.
Sementara itu, untuk wilayah Meulaboh, PLN akan memobilisasi genset mobile sebagai langkah antisipasi karena PLTU Nagan 1 hingga Nagan 4 masih memerlukan waktu untuk kembali dinyalakan.
“Sehingga kami pastikan fasilitas publik strategis, khususnya di daerah Meulaboh dan Nagan Raya, nantinya akan dibackup melalui genset mobile kami,” ungkapnya.
Khusus untuk Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi, Eddi menyampaikan PLN telah berhasil menyalakan beban sebesar 61 MW melalui GI Banda Aceh, Ulee Kareng, Punge Raya, dan Jantho.
“Untuk beban pagi ini sekitar 80 sampai 90 MW. Saat ini kami sudah bisa menyalakan sebesar 61 MW untuk wilayah ibu kota provinsi,” katanya.
Dalam upaya percepatan pemulihan, PLN juga telah mengerahkan 560 personel yang berasal dari seluruh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) mulai dari Langsa hingga Banda Aceh.
“Sebanyak 560 personel kami siagakan untuk melakukan pengaturan pembagian beban, sehingga daerah-daerah yang masih mengalami pemadaman dapat segera dinyalakan secara bertahap dan bergilir,” tuturnya.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menyampaikan perkembangan penormalan sistem kelistrikan.
“Kami terus berkomunikasi dengan Forkopimda, termasuk Bapak Gubernur, Bapak Kapolda, Bapak Pangdam, dan Bapak Kabinda. Mereka juga memberikan masukan terkait daerah-daerah prioritas yang perlu segera kami nyalakan,” tutup Eddi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: