Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ini Strategi Tekan Biaya Bisnis Jangka Panjang

        Ini Strategi Tekan Biaya Bisnis Jangka Panjang Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengadaan furniture tidak lagi dipandang sekadar sebagai pengeluaran operasional, melainkan bagian dari investasi jangka panjang yang dapat memengaruhi efisiensi biaya, produktivitas kerja, dan citra perusahaan. Sejumlah pelaku industri menilai kualitas furniture menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan operasional bisnis, terutama pada sektor komersial dengan tingkat penggunaan yang tinggi.

        Furniture yang cepat rusak atau tidak nyaman digunakan berpotensi meningkatkan biaya penggantian serta memengaruhi kenyamanan karyawan dan pelanggan. Sebaliknya, penggunaan furniture yang memiliki daya tahan lebih panjang dinilai dapat menekan biaya operasional dalam jangka waktu beberapa tahun.

        Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pengadaan furniture komersial adalah kualitas material. Rangka berbahan kayu solid maupun logam berkualitas tinggi dinilai memiliki ketahanan yang lebih baik untuk mendukung aktivitas operasional harian.

        Selain itu, material pelapis juga menjadi faktor penentu umur pakai produk karena harus mampu menahan abrasi, noda, dan kelembapan yang umum terjadi pada lingkungan komersial.

        Co-Founder Xionco, Jansen Halim, mengatakan transparansi spesifikasi material menjadi salah satu faktor yang diperhatikan perusahaan dalam membangun kepercayaan klien.

        “Kami percaya bahwa sebuah brand harus bisa mempertanggungjawabkan setiap material yang digunakan dalam produknya. Transparansi ini yang membangun kepercayaan jangka panjang dengan klien kami,” ujarnya.

        Menurutnya, kualitas material yang digunakan akan memengaruhi daya tahan produk sekaligus efisiensi biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam jangka panjang.

        Sementara itu, Co-Founder Xionco, Marco Halim, menilai pengadaan furniture perlu dilihat dari perspektif nilai ekonominya dalam beberapa tahun ke depan, bukan hanya berdasarkan harga pembelian awal.

        “Biaya furniture terbaik bukanlah harganya hari ini, melainkan nilainya dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Kami bangun produk kami dengan perspektif itu,” katanya.

        Ia menjelaskan bahwa kombinasi material premium dan konstruksi yang kuat menjadi faktor yang menentukan ketahanan furniture untuk penggunaan komersial.

        Dalam praktiknya, kebutuhan pengadaan furniture korporasi tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kemampuan pemasok dalam menjaga kualitas produk dan ketepatan pengiriman, terutama untuk proyek dengan jumlah unit besar.

        Menurut Marco, konsistensi menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan klien korporasi.

        “Menjadi supplier yang dipercaya bukan soal memenangkan tender. Ini soal konsistensi dalam setiap order, besar maupun kecil, pertama maupun kesepuluh,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: