Transformasi Digital Dorong Daya Saing Brand Lokal di Tengah Tantangan Ekonomi
Kredit Foto: Ist
Merek-merek lokal Indonesia dinilai semakin mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan bisnis. Inovasi produk, transformasi digital, serta kemampuan membangun kepercayaan konsumen menjadi faktor utama yang menjaga daya saing brand nasional, baik di pasar domestik maupun internasional.
Temuan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam ajang Indonesia Original Brand (IOB) Award 2026 dan Indonesia Most Powerful Brands in Global Market 2026 yang diselenggarakan SWA Media Group bersama Business Digest dan Swanetwork di Jakarta, Selasa (22/7/2026).
Chairman SWA Media Group, Kemal E. Gani, mengatakan hasil survei Indonesia Original Brand Award 2026 menunjukkan merek lokal tidak lagi hanya mengandalkan faktor harga, tetapi semakin mampu membangun kedekatan emosional dengan konsumen melalui inovasi dan relevansi produk.
“Indonesia Original Brand bukan sekadar penghargaan, tetapi juga cerminan bagaimana merek-merek lokal terus meningkatkan daya saingnya. Merek yang mampu bertahan adalah yang relevan dengan kebutuhan konsumen, terus berinovasi, serta memiliki kepercayaan yang kuat di mata masyarakat,” ujar Kemal.
Indonesia Original Brand Award 2026 merupakan penyelenggaraan ke-15 yang disusun berdasarkan survei terhadap 5.000 responden di enam kota besar, yakni Medan, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar. Survei dilakukan pada Maret hingga April 2026 untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap merek asli Indonesia.
Dalam diskusi yang menjadi bagian dari rangkaian acara, sejumlah pelaku industri menilai inovasi berbasis teknologi menjadi strategi penting mempertahankan loyalitas pelanggan.
Commercial & Partnership Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Indriyanti Rafi Sukmawati, mengatakan kepercayaan pelanggan harus diperkuat melalui inovasi layanan, termasuk digitalisasi.
Menurutnya, Prodia terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi U by Prodia yang memungkinkan pelanggan melakukan registrasi, pembayaran, hingga mengakses hasil pemeriksaan secara daring.
“Inovasi harus selalu berangkat dari kebutuhan pelanggan agar layanan yang diberikan mampu melampaui ekspektasi mereka,” katanya.
Sementara itu, SVP Marketing Communication PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Praka Mulia Agung, mengatakan relevansi menjadi faktor utama dalam memperkuat posisi merek di industri jasa keuangan.
Menurutnya, BSI terus mengembangkan ekosistem digital yang mengintegrasikan layanan finansial, sosial, dan spiritual guna meningkatkan pengalaman nasabah.
“Fokus kami adalah menghadirkan layanan yang mudah diakses, aman, relevan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah,” ujar Praka.
Melalui penyelenggaraan Indonesia Original Brand Award 2026, SWA Media Group berharap penghargaan tersebut dapat menjadi tolok ukur bagi perusahaan nasional untuk terus meningkatkan inovasi, memperkuat hubungan dengan konsumen, serta meningkatkan daya saing di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Pada kesempatan yang sama, SWA Media Group dan Business Digest juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan yang dinilai berhasil mempertahankan kekuatan merek di pasar Indonesia. Beberapa penerima penghargaan antara lain Indocafe Coffeemix, PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Ladaku, Fastron, Mie Gacoan, Evalube, Le Minerale, PT Asuransi Jiwa Sequis Life, EMCO, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hotin Cream, FreshCare, Madu TJ, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Prodia, Rumah Zakat, Prochiz, serta Kimia Farma Apotek.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: