Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BTN Revisi Asumsi Bisnis Usai BI Rate Naik, Target Kredit Tetap 10 Persen

        BTN Revisi Asumsi Bisnis Usai BI Rate Naik, Target Kredit Tetap 10 Persen Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan penyesuaian terhadap sejumlah asumsi dalam rencana bisnis bank setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,50 persen. Meski demikian, perseroan tetap mempertahankan target pertumbuhan kredit di kisaran 8 persen hingga 10 persen sepanjang 2026.

        Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan revisi yang dilakukan terutama menyangkut asumsi nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga. Namun, dari sisi penyaluran kredit, BTN masih optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan sejak awal tahun.

        “Kredit asumsinya kita masih berani, karena dari awal kita 8-10 persen,” kata Nixon saat di temui di Jakarta, dikutip Selasa (16/6/2026). 

        Menurut Nixon, keyakinan tersebut didukung oleh tambahan portofolio yang diperoleh BTN dari SMBC, sehingga pertumbuhan kredit dinilai masih dapat terjaga sesuai target.

        “Gak apa-apa kita berani, karena kita udah beli portofolio dari SMBC, jadi growth-nya sih nyampe,” tambahnya. 

        Meski demikian, BTN masih mencermati arah kebijakan suku bunga ke depan. Nixon berharap kenaikan BI Rate tidak akan terjadi lagi, sehingga tidak perlu melakukan penyesuaian lebih lanjut terhadap target bisnis.

        “Makanya ini kita lagi lihat lagi apakah kenaikan ini masih berlanjut. Kita berharap nih kenaikannya berhenti ya. Kalau masih naik lagi memang ada kemungkinan kita review apakah sedikit diturunkan tapi mudah-mudahan naiknya gak terlalu berat. Tapi kalau ngelihat kemarin kan kurs kayaknya udah mulai di bawah 18 ribu ya? Kita lihat aja konsistensinya,” tuturnya.

        Baca Juga: Melesat 54,37%, Laba Bersih BTN Tembus Rp1,85 Triliun di Mei 2026

        Di sisi kualitas aset, BTN tetap optimistis rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) dapat dipertahankan di bawah 3 persen hingga akhir tahun. Optimisme tersebut didukung oleh proyeksi pertumbuhan kredit yang masih sesuai rencana.

        “NPL kita masih yakin, karena growth-nya tadi tercapai, maka kita masih percaya bisa keep di bawah 3 persen,” jelasnya.

        Sementara itu, kenaikan suku bunga acuan turut memberikan tekanan terhadap biaya dana atau cost of fund BTN. Nixon mengungkapkan cost of fund perseroan diperkirakan meningkat dari 3,1 persen menjadi 3,33 persen.

        Kenaikan biaya dana tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan BTN dalam melakukan revisi asumsi bisnis di tengah dinamika suku bunga dan pasar keuangan global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: