Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Provident Investasi Bagikan Dividen Rp50 Miliar dari Laba Bersih Buku 2025

        Provident Investasi Bagikan Dividen Rp50 Miliar dari Laba Bersih Buku 2025 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) memutuskan pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar Rp50 miliar atau 2,97% dari laba bersih 2025. Keputusan ini merupakan bukti dari komitmen manajemen PALM untuk terus memberikan nilai tambah yang optimal kepada pemegang saham, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan investasi perusahaan.

        Sepanjang tahun 2025, PALM mencatatkan laba bersih senilai Rp1,85 triliun atau meningkat 193% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas senilai Rp2,23 triliun. Total aset perusahaan pada tahun 2025 sebesar Rp9,19 triliun, naik 17% dari Rp7,87 triliun pada tahun 2024.

        Presiden Direktur Provident Investasi Bersama, Tri Boewono, menjelaskan kinerja positif perusahaan juga menjadi bukti dari kualitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) PALM dalam menjalankan strategi investasi, sehingga mampu mengoptimalkan setiap peluang investasi yang ada di Indonesia. Dengan dukungan SDM terbaik di bidang investasi perusahaan secara aktif menjalankan strategi investasinya secara prudent, terukur dan adaptif.

        “Pembagian dividen untuk tahun buku 2025 yang diputuskan RUPST hari ini menjadi salah satu bukti kinerja tim investasi kami yang sangat baik. Kami akan terus mendorong kapasitas dan kualitas SDM PALM untuk memastikan bahwa setiap investasi yang dilakukan Perusahaan mampu tumbuh positif secara berkelanjutan,” jelas Tri Boewono dalam Public Expose PALM usai RUPST, di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

        Tri menambahkan, Perseroan saat ini masih berada dalam fase ekspansi portofolio yang aktif. Oleh karena itu, selain memberikan dividen kepada pemegang saham, PALM juga mempertahankan sebagian besar laba untuk memperkuat kapasitas investasi dan mengoptimalkan setiap peluang bernilai tinggi di tiga (3) sektor utama yakni sumber daya alam; teknologi, media dan telekomunikasi; dan logistik.

        Baca Juga: PT Timah Bagi 50% Laba 2025 untuk Dividen, Nilainya Capai Rp656,8 Miliar

        “Tiga sektor tersebut memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang sangat baik dan menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami berharap setiap investasi PALM juga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambah Tri Boewono.

        Kinerja Kuartal I 2026 Berlanjut Positif

        Memasuki 2026, PALM mempertahankan tren kinerja positifnya. Dalam tiga bulan pertama, Perusahaan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp2,32 triliun, meningkat 263,3% dari kuartal I/2025. Peningkatan ini juga ditopang oleh lonjakan keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya sebesar 287,2% menjadi Rp2,44 triliun. Total aset juga meningkat 25,6% menjadi Rp11,55 triliun dari Rp9,19 triliun.

        “Kinerja 2025 dan kuartal I/2026 membuktikan bahwa strategi investasi aktif yang kami jalankan memberikan hasil yang konsisten. Kami membangun portofolio di sektor-sektor dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang," jelas Direktur PALM Ellen Kartika.

        Ellen mengungkapkan, kinerja PALM pada tahun 2025 dan berlanjut di awal tahun 2026 ini salah satunya dipengaruhi oleh keberhasilan perusahaan dalam menyelesaikan divestasi saham PT Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP) melalui entitas anak PT Suwarna Arta Mandiri (SAM) pada September 2025. Selain memberikan realisasi keuntungan yang besar, karena selisih nilai beli dan harga jual yang tinggi, divestasi ini memungkinkan PALM untuk pembayaran utang dipercepat untuk memperkuat struktur keuangan dan merestrukturisasi portofolio investasi ke depan.

        Di tengah dinamika geopolitik global dan volatilitas pasar keuangan, PALM melakukan manajemen portofolio secara aktif dan adaptif. Salah satu cermin nyata dari pendekatan investasi aktif PALM adalah kepemilikannya pada dua entitas tambang kelas dunia yang beroperasi di Indonesia: PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

        Baca Juga: Usai Tebar Dividen Jumbo, Colorpak Incar Pendapatan Tembus Rp1 Triliun

        MDKA, sebagai perusahaan pertambangan emas, perak, tembaga, dan nikel terintegrasi, berada dalam posisi yang menguntungkan di tengah tren harga komoditas logam mulia dan logam industri yang tetap tinggi secara global. Per 31 Maret 2026, PALM memegang 1,34 miliar saham MDKA dengan nilai wajar investasi mencapai Rp4,20 triliun.

        PALM memperoleh saham MDKA pada harga rata-rata Rp512,53 per saham, sementara nilai wajar saat ini mencerminkan harga pasar Rp3.140 per saham. Investasi PALM pada saham MDKA telah meningkat 512,65%, artinya nilai investasi tumbuh menjadi lebih dari 5 kali lipat dari modal awal.

        “Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, aset dengan karakteristik defensif dan memiliki fundamental kuat menjadi semakin menarik. MDKA merupakan salah satu contoh investasi yang kami nilai memiliki posisi strategis karena didukung eksposur terhadap komoditas emas yang saat ini menunjukkan tren positif,” ujar Ellen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: