Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Saya Gak Mungkin Bohong', Purbaya Tegaskan APBN dan Utang RI Masih Aman!

        'Saya Gak Mungkin Bohong', Purbaya Tegaskan APBN dan Utang RI Masih Aman! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) belakangan menjadi sorotan di tengah berbagai tantangan ekonomi. Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena kondisi fiskal Indonesia disebut masih berada dalam jalur yang aman dan terkendali.

        Purbaya menegaskan pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal, mulai dari membatasi defisit APBN hingga mempertahankan rasio utang pada level yang dinilai sehat sesuai standar internasional.

        "Saya gak mungkin berbohong, karena kan di audit, sama BPK dan lain-lain. Sekarang defisit kita kan tetap dijaga di bawah 3 persen dari PDB. Tahun lalu hanya 2,81 persen. Tahun ini mungkin juga dia akan di bawah 2,9 persen. Limitnya kan 3 persen," kata Purbaya dalam tayangan YouTube Curhat Bang Denny Sumargo.

        Ia menjelaskan, pengelolaan APBN dilakukan secara transparan dan diawasi melalui mekanisme audit oleh lembaga yang berwenang. Karena itu, menurutnya, informasi mengenai kondisi keuangan negara tidak mungkin disampaikan secara sembarangan.

        Baca Juga: Said Iqbal Sindir Adab Purbaya: Kita Sekarang Setara, Jangan Menghindar!

        Selain menyoroti defisit anggaran, Purbaya juga memastikan posisi utang pemerintah Indonesia masih berada dalam kategori aman. Saat ini, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) disebut berada di kisaran 40 persen.

        "Rasio utang kita ke PDB masih sekitar 40 persen. Belum sampai 60 persen. Masih jauh dari 60 persen. Kita masih aman," ujar Purbaya.

        Untuk memperkuat penjelasannya, Purbaya membandingkan kondisi Indonesia dengan sejumlah negara lain yang memiliki rasio utang jauh lebih tinggi.

        "Kalau kita dibanding Amerika, 100 persen. Jepang, 275. Jerman, 60. Singapura, 175 kalau nggak salah. Thailand hampir 70-an. Malaysia agak tinggi juga, 60. Kalau lihat dari standar-standar internasional yang paling ketat pun, kita masih prudent," jelas dia.

        Baca Juga: Dipuja-puji, Sikap Purbaya Kini Kena Teguran Keras

        Dengan indikator tersebut, Purbaya menilai fundamental fiskal Indonesia masih berada pada level yang sehat. Ia pun menegaskan pemerintah akan terus menjaga defisit APBN tetap di bawah ambang batas 3 persen dari PDB serta memastikan pengelolaan utang dilakukan secara hati-hati agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: