Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kata Pemerintah Soal Gunung Kawi dan Mitos Pesugihan yang Dikaitkan dengan Selebriti Sarwendah

        Kata Pemerintah Soal Gunung Kawi dan Mitos Pesugihan yang Dikaitkan dengan Selebriti Sarwendah Kredit Foto: Instagram/sarwendah29
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali menjadi perbincangan publik setelah ramai dibahas di media sosial. Lokasi ziarah tersebut belakangan dikaitkan dengan mitos pesugihan, terlebih setelah muncul konten-konten yang menghubungkan tempat itu dengan nama selebritas Sarwendah.

        Menanggapi ramainya pembahasan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kegiatan ziarah di Gunung Kawi merupakan bagian dari tradisi dan budaya yang telah berlangsung sejak lama di tengah masyarakat.

        "Gunung Kawi ya, itu kan keberagaman kita di dalam memahami termasuk apa yang terjadi tidak hanya di Gunung Kawi dan di berbagai tempat, itu satu hal yang merupakan mozaik dari tradisi dan budaya lama," kata Fadli Zon di Jakarta, Senin (6/7/2026).

        Menurut dia, tradisi ziarah perlu dipandang sebagai bagian dari keragaman budaya Indonesia selama tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan.

        "Saya kira selama itu bisa memberikan kebaikan, terutama mendatangkan ekonomi budaya bagi masyarakat setempat, dan tidak mengganggu dan tidak merusak, tentu itu kita anggap sebagai realitas kehidupan kita," ujarnya.

        Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap Gunung Kawi. Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai unggahan di media sosial kembali mengangkat mitos yang mengaitkan kawasan tersebut dengan praktik pesugihan, sehingga memicu rasa penasaran warganet.

        Meski demikian, Gunung Kawi selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Pesarean Gunung Kawi merupakan kompleks makam Raden Mas Soeryo Koesoemo atau Kiai Zakaria II yang lebih dikenal sebagai Eyang Djoego, serta Raden Mas Iman Soedjono.

        Kompleks makam tersebut rutin didatangi peziarah dari berbagai daerah untuk berdoa dan mengenang kedua tokoh tersebut. Aktivitas ziarah juga menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang telah berlangsung turun-temurun.

        Baca Juga: Bukan Prabowo, Indonesia Akhirnya Kirim Utusan ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

        Pada setiap peringatan Tahun Baru Hijriah, terutama tanggal 1 Muharam atau 1 Suro dalam penanggalan Jawa, kawasan Pesarean Gunung Kawi dipadati pengunjung. Berbagai rangkaian tradisi digelar, mulai dari kirab warga hingga prosesi tabur bunga di area makam.

        Tradisi tersebut menjadi salah satu daya tarik budaya yang turut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata religi. Pemerintah pun memandang keberadaan tradisi itu sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang perlu dipahami dalam konteks sejarah dan budaya masyarakat, terlepas dari berbagai mitos yang berkembang di ruang publik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: