Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Diakui Suporter Sendiri, Amerika Sudah Mempermalukan Diri di Piala Dunia 2026: Tiap Empat Tahun...

        Diakui Suporter Sendiri, Amerika Sudah Mempermalukan Diri di Piala Dunia 2026: Tiap Empat Tahun... Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kekalahan 1-4 dari Belgia pada babak 16 besar piala dunia memunculkan introspeksi para pendukung timnas dari Amerika Serikat. Alih-alih menyalahkan lawan atau kontroversi di luar lapangan, banyak suporter justru mengakui timnya mempermalukan diri sendiri karena gagal menunjukkan kualitas sebagai tuan rumah.

        Diketahui, Amerika Serikat tak mampu mengimbangi permainan Belgia di Selasa (7/7). Charles De Ketelaere menjadi aktor utama kemenangan tim tersebut lewat dua gol dan satu assist. Sementara Romelu Lukaku serta Hans Vanaken turut mencatatkan nama di papan skor. Malik Tillman menjadi pencetak satu-satunya gol bagi tuan rumah.

        Baca Juga: Israel Ngamuk Gegara Amerika Serikat Pilih Dekati Turki: Jangan Beri Erdogan Jet Tempur F-35

        Usai pertandingan, media sosial X dipenuhi evaluasi keras dari para pendukung dari Amerika Serikat. Sebagian besar mengakui tim lawan memang tampil jauh lebih baik dan pantas melaju ke babak berikutnya.

        Salah satu komentar yang banyak mendapat perhatian datang dari akun @ClayTravis.

        "Selamat untuk Belgia. Mereka mendominasi kami. Tapi saya tidak yakin kami bisa mengalahkan tim piala dunia mana pun hari ini. Di panggung terbesar dalam pertandingan terbesar dalam sejarah sepak bola kami di depan kerumunan tuan rumah yang penuh semangat, tim kami benar-benar mempermalukan diri sendiri hari ini," katanya.

        Pendapat serupa juga disampaikan akun @BuckSexton yang menilai ekspektasi tinggi terhadap sepak bola timnya kembali runtuh.

        "Setiap 4 tahun di piala dunia, ada narasi bahwa timnas kami akhirnya kompetitif di level tinggi sepak bola! Dan setiap 4 tahun, kita diingatkan bahwa tidak, mereka sama sekali tidak begitu. Malam ini memang kejam," tegasnya.

        Tak sedikit pula yang menilai akar persoalan berada pada sistem pembinaan sepak bola di Amerika Serikat. Diketahui, Negeri Paman Sam dianggap masih tertinggal dalam bidang pembinaan sepak bola dibandingkan negara-negara kuat dunia.

        "Amerika Serikat tertinggal jauh dari negara-negara lain dalam sepak bola. Infrastruktur sistem akademi, pelatihan teknis & taktikal tidak berada pada tingkat yang sama," tulis salah satu komentar.

        Di sisi lain, pertandingan ini juga diwarnai kontroversi terkait penangguhan hukuman untuk Striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. Meski demikian, sejumlah pendukung menilai hasil pertandingan membuktikan persoalan utama bukan hanya pada satu pemain, melainkan kualitas tim secara keseluruhan.

        Bagi Belgia, kemenangan atas tim tersebut sendiri mengantarkannya melaju ke babak perempat final Piala Dunia 202. Sementara bagi Amerika Serikat, kekalahan di hadapan publik sendiri menjadi evaluasi besar mengenai kesiapan mereka bersaing dengan negara-negara elite sepak bola dunia.

        Baca Juga: Amerika Siap Lakukan Cara Apa Pun Demi Menang Lawan Iran, Termasuk Bidik Infrastruktur Sipil Teheran

        Bagi banyak pendukung, hasil pertandingan baru-baru ini menjadi pengingat bahwa status sebagai tuan rumah belum cukup untuk membawa tim mereka bersaing di level tertinggi tanpa peningkatan kualitas permainan dan sistem pembinaan yang lebih matang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: