Trump Pertimbangkan Serangan Udara 14 Hari ke Iran Usai Rudal Hantam Pasukan AS
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut tengah mengkaji opsi melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Iran. Rencana tersebut mencakup serangan udara intensif selama 10 hingga 14 hari yang ditujukan untuk melemahkan kemampuan rudal Teheran.
Menurut laporan, skenario operasi itu disusun oleh Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper. Langkah tersebut muncul setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke pasukan AS yang berada di Yordania pada Selasa (28/7/2026).
Seorang pejabat senior Amerika Serikat menyebut Trump saat ini cenderung memilih respons yang lebih keras terhadap Iran. Namun, keputusan mengenai skala operasi militer disebut masih dalam tahap pertimbangan.
Laporan yang dikutip dari Wall Street Journal menyebut Presiden AS masih menghitung sejauh mana tindakan militer akan diambil sebagai balasan atas serangan tersebut.
Sinyal eskalasi sebelumnya juga telah disampaikan langsung oleh Trump saat berbicara kepada Fox News. Ia menegaskan Amerika Serikat siap memberikan respons tegas terhadap Iran.
"Kami akan menghancurkan mereka habis-habisan. Kami akan memukul mereka dengan keras," kata Trump.
Baca Juga: Usai Bikin Trump Ngamuk, Netanyahu Masih Berupaya Tawarkan 3 Skenario Selesaikan Perang Iran-Amerika
Meski mengisyaratkan tindakan militer yang lebih agresif, Trump belum mengungkap rincian teknis operasi yang sedang dipertimbangkan. Ia juga menegaskan peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik masih tetap terbuka.
"Kami akan memebiarkan mereka terus berbicara," lanjutnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: