Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dilepas Prabowo, Nanik S Deyang Ngaku Trauma Urus Duit MBG

        Dilepas Prabowo, Nanik S Deyang Ngaku Trauma Urus Duit MBG Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nanik Sudaryati Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Meski alasan utama mundurnya adalah kesehatan, di balik keputusan tersebut, ia mengaku mengalami trauma setelah menangani urusan keuangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

        Nanik menjelaskan bahwa kondisi kesehatannya menjadi alasan utama dirinya mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia mengungkapkan akan berangkat ke luar negeri untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terhadap penyakit jantung yang dideritanya.

        Baca Juga: Kritik Disuruh Keluar Indonesia, Mau Pergi Malah 'Dipajaki' Rp5 Juta: Prabowo Benar-benar Lagi Panik

        "Dengan berat hati akhirnya saya pamit bapak presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya, rencananya hari ini, saya berangkat," ungkap Nanik, dikutip Rabu (22/7/2026).

        Nanik menegaskan keputusannya menjalani pengobatan di luar negeri bukan karena meragukan kualitas tenaga medis di Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk memperoleh pendapat medis kedua (second opinion) atas kondisi kesehatannya.

        "Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di dalam negeri, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," lanjutnya.

        Ia mengatakan telah menyampaikan langsung niat mundur kepada Presiden Prabowo. Menurut Nanik, presiden memahami kondisi kesehatannya dan akhirnya memberikan persetujuan atas pengunduran diri tersebut.

        "Dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN. Hal ini demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," ungkapnya.

        Meski tidak lagi memimpin lembaga itu, ia mengaku masih diminta berkontribusi dalam pengawasan lembaga tersebut. Ia menyebut Presiden berencana membentuk dewan pengawas dan dirinya diproyeksikan untuk memimpin lembaga pengawas tersebut.

        Namun, Nanik secara terbuka mengaku tidak lagi ingin terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan program, termasuk anggaran makan bergizi gratis yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

        "Di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," ungkapnya.

        Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya Nanik secara terbuka mengakui mengalami trauma terkait pengelolaan keuangan di lingkungan BGN. Meski tidak menjelaskan secara rinci penyebab trauma yang dimaksud, pengakuan tersebut muncul di tengah besarnya perhatian publik terhadap tata kelola anggaran program makan bergizi gratis yang memiliki nilai sangat besar.

        Baca Juga: Usai Dicap Ulur-ulur Waktu, Jadwal Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi Ke-3 Roy Suryo Tiba-tiba Dikebut

        MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyasar pemenuhan gizi bagi pelajar, ibu hamil, balita, dan kelompok rentan lainnya di seluruh Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: