Perusahaan Malaysia Ini Bidik Pengembangan Karbon Kredit Berbasis Komunitas di RI
Kredit Foto: Primaverse
Perusahaan asal Malaysia, Primaverse Sdn Bhd, menyatakan akan memperluas pengembangan bisnis karbon kredit di Indonesia dengan memperkuat kolaborasi bersama masyarakat lokal. Strategi tersebut dijalankan melalui pendekatan berbasis komunitas yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG).
Direktur Business Development Primaverse Sdn Bhd Mohd Hafiz Bin Mohd Jamil mengatakan pengembangan proyek karbon perusahaan bertumpu pada konservasi hutan yang melibatkan masyarakat setempat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
“Fondasi utama kami adalah proyek ESG, karena proyek kami itu melibatkan konservasi hutan. Dan ya, memang kami melibatkan penduduk lokal setempat, termasuk dalam program pendidikan dan pembangunan sosial,” ujar Hafiz.
Menurutnya, perusahaan berkomitmen memperluas dampak ekonomi dan sosial dari bisnis karbon kredit, khususnya melalui kerja sama dengan mitra lokal di sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
“Insyaallah ke depannya kami akan terus bekerja sama dengan mitra lokal, khususnya di bidang pendidikan dan pembangunan perusahaan karbon kredit. Tujuan utama kami adalah membantu masyarakat lokal, karena fondasi kami adalah ESG,” katanya.
Di sektor lingkungan, Primaverse menjalankan program reforestasi dengan menggunakan spesies tanaman lokal yang disesuaikan dengan karakteristik ekosistem setempat. Perusahaan juga mengembangkan pusat pembibitan (tree nursery) yang dikelola masyarakat serta memanfaatkan teknologi seperti drone dan citra satelit untuk memantau penyerapan karbon.
Pada aspek sosial, masyarakat dilibatkan dalam berbagai tahapan proyek, mulai dari proses Monitoring, Reporting, and Verification (MRV), kegiatan penanaman pohon, hingga pengelolaan pusat pembibitan.
Selain itu, perusahaan menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan, membentuk koperasi karbon desa, serta mengembangkan program digital “Adopsi Pohon” sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.
Sementara pada aspek tata kelola, Primaverse menerapkan sistem pelaporan berbasis aplikasi seluler dan teknologi blockchain untuk meningkatkan transparansi pengelolaan proyek karbon. Perusahaan juga membentuk kelembagaan desa yang berperan dalam pengelolaan proyek di tingkat lokal.
Komitmen tersebut mengantarkan Primaverse Sdn Bhd meraih penghargaan IDX Channel Anugerah ESG 2025. Penghargaan itu menjadikan Primaverse sebagai perusahaan asal Malaysia pertama yang menerima penghargaan tersebut di Indonesia atas implementasi prinsip ESG dan pengembangan bisnis karbon kredit.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: