ASBANDA dan Lintasarta Kompak Percepat Transformasi Digital Bank Daerah
Kredit Foto: Lintasarta
Lintasarta memperkuat langkah transformasi digital di sektor perbankan daerah dengan menjalin kerja sama strategis bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA). Kolaborasi ini ditujukan untuk mempercepat adopsi teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) di Bank Pembangunan Daerah (BPD) melalui platform Lintasarta Intelligent Core.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Lintasarta dan ASBANDA dalam ajang CxO BPD Summit 2026 di Semarang, Kamis (6/8/2026). Pada kesempatan yang sama, Lintasarta juga menandatangani kerja sama transformasi digital dengan Bank Jakarta, Bank BPD Bali, dan Bank Sumsel Babel, serta menegaskan komitmen sinergi dengan Bank Jateng.
President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan transformasi digital menjadi faktor penting agar BPD mampu memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi di daerah.
Menurutnya, Lintasarta menghadirkan Lintasarta Intelligent Core, sebuah fondasi digital berbasis AI yang mengintegrasikan layanan konektivitas, komputasi awan (cloud), keamanan siber, serta kolaborasi berbasis AI dalam satu ekosistem.
"Melalui Lintasarta Intelligent Core, kami menghadirkan fondasi digital berbasis AI yang memungkinkan setiap BPD mempercepat transformasi digital secara aman, terintegrasi, dan tetap menjaga kedaulatan data serta karakteristik masing-masing daerah," ujar Armand.
Ia menjelaskan, platform tersebut dibangun berdasarkan tiga prinsip utama, yakni Sovereign, yang memastikan data dan operasional tetap berada di Indonesia. Integrated, melalui arsitektur dan tata kelola yang terpadu. Serta Seamless Experience untuk menghadirkan layanan digital yang lebih mulus bagi nasabah.
"Inilah wujud 'Satu Fondasi, Satu Kedaulatan', kekuatan bersama tanpa mengorbankan kedaulatan data dan kemandirian setiap BPD," katanya.
Kolaborasi Lintasarta dan ASBANDA dirancang untuk melengkapi berbagai program digitalisasi yang telah berjalan di lingkungan BPD. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan talenta digital melalui program Laskar AI bersama ASBANDA University, pemanfaatan berbagai use case AI yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah, hingga pembentukan Forum Transformasi Digital & AI sebagai wadah berbagi pengetahuan dan praktik terbaik antarbank pembangunan daerah.
Sekretaris Jenderal ASBANDA Rokidi menilai kerja sama tersebut akan memperkuat daya saing BPD sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang digital.
"BPD adalah orkestrator ekonomi daerah. Kolaborasi dengan Lintasarta memperkuat kapabilitas talenta digital dan membuka ruang berbagi praktik terbaik antar-BPD, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga ke pelaku usaha dan masyarakat di daerah," ujar Rokidi.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026 menunjukkan industri BPD memiliki total aset sekitar Rp1.036 triliun dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 26,19%.
Dengan kondisi tersebut, BPD dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk mempercepat transformasi digital, termasuk memperkuat keamanan siber dan pemanfaatan AI.
Lintasarta menyebut kolaborasi ini juga sejalan dengan Roadmap Penguatan BPD 2024–2027 yang disusun OJK, khususnya pada aspek percepatan transformasi digital dan penguatan peran BPD dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: