Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Di Tengah Demam AI, Lintasarta Tawarkan Solusi Terintegrasi dalam Satu Atap

Di Tengah Demam AI, Lintasarta Tawarkan Solusi Terintegrasi dalam Satu Atap Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lintasarta mengklaim memiliki keunggulan dalam mendukung implementasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia karena seluruh komponen infrastruktur digital yang dibutuhkan pelanggan berada dalam satu perusahaan.

President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, mengatakan kebutuhan AI tidak hanya bergantung pada perangkat lunak, tetapi juga memerlukan dukungan konektivitas, pusat data, komputasi awan, dan keamanan siber yang terintegrasi.

Menurutnya, banyak perusahaan teknologi menyediakan layanan tersebut melalui anak usaha atau afiliasi yang berbeda, sementara Lintasarta menggabungkan seluruh kapabilitas tersebut dalam satu entitas.

“Yang membedakan kami adalah seluruh kapabilitas pendukung AI berada dalam satu perusahaan. Jika di tempat lain ada yang berada di anak perusahaan, grup, atau sister company, di Lintasarta semuanya terintegrasi sehingga proses orkestrasi solusi AI, infrastruktur, konektivitas, dan layanan digital menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih terkontrol,” ujar Armand dalam Media Gathering Lintasarta di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan model tersebut memungkinkan Lintasarta berperan sebagai orchestrator yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan transformasi digital pelanggan ke dalam satu solusi.

Menurut Armand, pendekatan tersebut juga relevan untuk memenuhi kebutuhan kedaulatan digital (digital sovereignty), terutama bagi sektor pemerintahan dan industri strategis yang membutuhkan pengelolaan data di dalam negeri.

“Kami juga bekerja sama dengan berbagai penyedia teknologi global. Namun yang terpenting adalah bagaimana solusi tersebut tetap memenuhi aspek sovereignty yang dibutuhkan pelanggan,” katanya.

Armand menambahkan, adopsi AI membutuhkan fondasi digital yang mampu menghubungkan berbagai teknologi agar dapat menghasilkan dampak bisnis yang nyata.

“Di era AI, perusahaan membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata. Melalui Intelligent Core ini, kami membantu pelanggan mengintegrasikan infrastruktur digital dan AI dalam satu solusi digital yang aman, andal, dan saling terhubung,” ujarnya.

Lintasarta menyebut Intelligent Core dirancang sebagai fondasi yang mengintegrasikan empat kapabilitas utama perusahaan atau 4C, yakni ConnectivityCloudCybersecurity, dan Collaboration-AI. Integrasi tersebut ditujukan untuk mendukung transformasi digital sekaligus mempercepat pemanfaatan AI di berbagai sektor.

Baca Juga: Tren AI dan Ketahanan Siber Dorong Revolusi Baru di Industri Infrastruktur Data Enterprise

Baca Juga: Biaya AI Membengkak, Microsoft dan Uber Mulai Rem Penggunaan

Sebagai implementasi strategi tersebut, Lintasarta juga mengembangkan pendekatan Industry Outcome Stacks, yaitu solusi yang dirancang sesuai kebutuhan masing-masing sektor industri.

Beberapa solusi yang ditawarkan antara lain Secure Banking Stack untuk sektor keuangan, Sovereign Government Stack untuk instansi pemerintahan, Smart Factory Stack untuk industri manufaktur, Connected Healthcare untuk layanan kesehatan, serta Omnichannel Retail untuk sektor ritel.

Melalui strategi tersebut, Lintasarta menargetkan peran yang lebih luas sebagai Industry Digital Infrastructure Orchestrator yang mengintegrasikan kapabilitas digital, AI, ekosistem mitra teknologi, dan layanan terkelola dalam satu platform.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: