Industri Food Service di Indonesia Berkembang, Pemurnian Air Dapur Komersial Makin Diminati
Kredit Foto: Istimewa
Pertumbuhan industri food service dan bisnis komersial di Indonesia mendorong meningkatnya kebutuhan akan sistem pengolahan air yang mampu menjaga kualitas operasional. Air tidak lagi hanya berfungsi sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi cita rasa, melindungi peralatan, memenuhi standar kebersihan, hingga mengendalikan biaya operasional dalam jangka panjang.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, perusahaan pemurnian air global ANGEL mengedepankan pendekatan berbasis solusi (solution-led approach) dengan menyesuaikan teknologi pengolahan air berdasarkan kondisi air di setiap lokasi serta kebutuhan spesifik pelaku usaha.
Perusahaan yang telah berpengalaman hampir empat dekade di bidang pengolahan air untuk kebutuhan rumah tangga, komersial, dan industri itu memulai proses dengan menganalisis kualitas air baku serta kebutuhan penggunaan sebelum menentukan teknologi filtrasi yang paling sesuai.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, ANGEL menghadirkan berbagai pilihan teknologi, mulai dari microfiltration (MF), ultrafiltration (UF), hingga reverse osmosis (RO). Ketiga teknologi tersebut dapat diterapkan secara terpisah maupun dikombinasikan secara fleksibel sesuai kebutuhan di lapangan.
Pendekatan ini dinilai memungkinkan pelaku usaha memperoleh kualitas air yang dibutuhkan tanpa harus menggunakan sistem yang terlalu kompleks atau melebihi kebutuhan operasional.
Selain itu, solusi yang dirancang mempertimbangkan berbagai tantangan nyata di setiap lokasi, seperti tingkat sedimentasi, kandungan klorin, potensi kontaminasi mikrobiologi, hingga tingkat sensitivitas peralatan yang digunakan.
Keunggulan lain yang ditawarkan adalah kompatibilitas dengan sistem pra filtrasi yang telah dimiliki pelanggan. Di banyak jaringan restoran internasional, sistem penyaringan awal umumnya sudah tersedia sehingga peningkatan kualitas air dapat dilakukan tanpa perlu mengganti infrastruktur yang sudah ada.
Kemampuan tersebut dinilai menjadi nilai tambah di Indonesia, mengingat kualitas air dapat berbeda secara signifikan antarwilayah, bahkan antargerai dalam satu jaringan usaha yang sama.
Salah satu implementasi pendekatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah gerai KFC di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis kualitas air di masing-masing lokasi, beberapa gerai menggunakan sistem microfiltration ANGEL C11 yang dipadukan dengan sterilisasi ultraviolet (UV) untuk menjaga kualitas air dalam proses penyajian makanan dan minuman sekaligus mengurangi risiko kontaminasi mikrobiologi.
Sementara itu, pada gerai dengan kualitas air baku yang telah memenuhi kebutuhan operasional, penggunaan sistem sterilisasi UV dinilai sudah memadai untuk memenuhi standar yang ditetapkan.
Seluruh solusi tersebut diterapkan tanpa mengubah sistem pra filtrasi yang telah dimiliki KFC sehingga proses instalasi menjadi lebih sederhana dan waktu henti operasional (operational downtime) dapat ditekan.
"Konsistensi kualitas air sangat penting bagi operasional kami sehari-hari, terutama saat jam-jam sibuk. Fleksibilitas solusi yang ditawarkan memudahkan kami menjaga standar operasional tanpa perlu mengubah sistem yang sudah ada," ujar salah satu perwakilan operasional gerai yang terlibat dalam proyek tersebut.
Dalam portofolio komersialnya, ANGEL juga menawarkan sistem microfiltration C Series (C11) yang banyak diterapkan pada sektor food service. Sistem tersebut menggunakan filter PP pleated berukuran 20 inci dan cartridge komposit berbahan serat karbon untuk menyaring sedimen, mengurangi kandungan klorin, serta menghilangkan bau, dengan tetap mempertahankan kapasitas aliran air yang tinggi.
Baca Juga: Teknologi Keselamatan Kini Jadi Medan Baru Persaingan Industri Otomotif
Ketika dipadukan dengan sistem sterilisasi UV, teknologi tersebut memberikan perlindungan tambahan terhadap mikroorganisme sehingga mendukung standar higienitas sekaligus menjaga konsistensi cita rasa tanpa membutuhkan konsumsi energi listrik yang besar.
Menurut ANGEL, pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan menjadi semakin relevan di tengah beragamnya kualitas air PDAM di Indonesia dan ekspansi merek internasional ke berbagai kota. Strategi tersebut diharapkan membantu pelaku usaha mempertahankan standar operasional global sekaligus mengelola kualitas air sebagai bagian dari aset strategis dalam mendukung efisiensi bisnis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: