Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Taksi Air Bandara Ngurah Rai ke Canggu Diproyeksikan Pangkas Waktu Tempuh Jadi 30 Menit

        Taksi Air Bandara Ngurah Rai ke Canggu Diproyeksikan Pangkas Waktu Tempuh Jadi 30 Menit Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rencana pemerintah membangun transportasi laut atau water taxi yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, Bali, diproyeksikan menjadi alternatif untuk mengatasi persoalan kemacetan di wilayah Bali Selatan.

        Transportasi berbasis laut tersebut dirancang memangkas waktu tempuh perjalanan dari bandara menuju Canggu. Jika melalui jalur darat perjalanan dapat memakan waktu sekitar 1–2 jam, rute water taxi diproyeksikan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit.

        Pembangunan water taxi dijadwalkan berlangsung mulai Agustus 2026 hingga Juli 2027. Kehadiran moda transportasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan aksesibilitas kawasan Bali Selatan yang selama ini menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.

        Selain water taxi, pemerintah juga mengembangkan infrastruktur jalan sepanjang 15,6 kilometer di Kabupaten Badung serta shortcut Berawa sepanjang 4,7 kilometer yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.

        Pengembangan konektivitas tersebut turut menjadi perhatian pelaku usaha properti. Murino Group melihat peningkatan aksesibilitas di kawasan Berawa dan Canggu berpotensi memperkuat daya tarik kawasan sebagai pusat pertumbuhan properti dan gaya hidup di Bali.

        Bagi sektor properti dan akomodasi pariwisata, pembangunan water taxi tidak hanya berkaitan dengan pilihan moda transportasi, tetapi juga kemudahan akses menuju kawasan yang menjadi tujuan wisata dan investasi.

        Murino Group merespons perkembangan tersebut dengan meresmikan kantor baru Murino Gallery di Berawa pada 31 Juli 2026. Galeri tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat layanan konsultasi investasi properti premium sekaligus memperkenalkan proyek hunian The Ease Canggu.

        CEO Murino Group Efrat Tio mengatakan, keberadaan Murino Gallery memiliki peran strategis dalam mendukung operasional perusahaan.

        "Murino Gallery menjadi tempat bertemu, berdiskusi, sekaligus memperkenalkan visi Murino Group kepada investor dan mitra bisnis. Ini merupakan langkah penting untuk mendukung pertumbuhan perusahaan secara lebih profesional dan berkelanjutan," ujar Efrat.

        Menurut dia, kawasan Berawa memiliki prospek yang sejalan dengan arah pengembangan bisnis Murino Group. Kawasan tersebut dinilai memiliki karakter modern dan dinamis, tetapi tetap memiliki kedekatan dengan budaya lokal Bali.

        "Kami melihat Berawa memiliki karakter yang sejalan dengan Murino Group, yaitu modern, dinamis, dan terus berkembang, namun tetap memiliki kedekatan dengan budaya lokal Bali. Infrastruktur yang terus berkembang tentu akan memberikan nilai tambah bagi kawasan ini," katanya.

        Peningkatan infrastruktur, termasuk rencana pengembangan water taxi, dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang memperkuat daya tarik kawasan bagi sektor properti dan akomodasi pariwisata.

        Pengembangan konektivitas di Bali Selatan berlangsung ketika pasar properti di kawasan tersebut terus mendapatkan perhatian. Murino Group melihat arah perkembangan properti Bali ke depan tidak hanya bertumpu pada aspek bangunan, tetapi juga pada pengalaman tinggal dan kualitas ekosistem kawasan.

        "Kami melihat masa depan properti Bali akan semakin mengarah pada proyek yang mampu menggabungkan desain, pengalaman tinggal, hospitality, keberlanjutan, dan nilai investasi dalam satu ekosistem," ujar Efrat.

        Dengan rencana water taxi yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dan Canggu, peningkatan jaringan jalan, serta pembangunan shortcut Berawa, aksesibilitas menjadi salah satu aspek yang dapat memengaruhi perkembangan kawasan tersebut.

        Di sisi lain, Murino Group menyatakan ekspansinya tetap dibarengi komitmen terhadap prinsip pembangunan yang ramah lingkungan.

        "Momentum ini bukan hanya tentang pembukaan kantor baru, tetapi juga memperkuat komitmen kami menghadirkan proyek-proyek properti dan hospitality yang memberikan nilai jangka panjang bagi investor, masyarakat, dan lingkungan," kata Efrat.

        Baca Juga: Ingin Liburan ke Pulau Seribu? Ini 10 Pulau dengan Masing-Masing Karakteristiknya

        Pasar properti Bali juga didukung tingginya kunjungan wisatawan mancanegara. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,95 juta orang atau meningkat 9,72 persen.

        Di kawasan premium seperti Canggu dan Seminyak, tingkat okupansi vila disebut berada pada kisaran 70-85 persen. Sementara itu, apresiasi harga properti premium berada di kisaran 7–15 persen per tahun.

        Dengan demikian, pembangunan water taxi Bandara Ngurah Rai-Canggu menjadi salah satu perkembangan infrastruktur yang berpotensi mengubah pola akses menuju kawasan Bali Selatan. Bagi pelaku usaha properti, peningkatan konektivitas tersebut menjadi bagian penting dalam membaca arah pertumbuhan kawasan dan peluang investasi di Bali.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: