Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Airlangga Ungkap Satgas Debottlenecking Sudah Tuntaskan 124 Keluhan Dunia Usaha

        Airlangga Ungkap Satgas Debottlenecking Sudah Tuntaskan 124 Keluhan Dunia Usaha Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3M-PPE) mengaku telah menyelesaikan 124 dari 170 laporan dunia usaha terkait berbagai hambatan dalam menjalankan kegiatan bisnis. 

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Satgas P3M-PPE, Airlangga Hartarto menyampaikan Satgas Debottlenecking dibentuk untuk membantu perusahaan menyelesaikan berbagai kendala yang dapat menghambat kelangsungan maupun ekspansi usaha.

        "Untuk mendorong perusahaan-perusahaan supaya berjalan dengan baik, pemerintah sudah punya Satgas Debottlenecking. Ada 170 aduan dan diselesaikan 124,” kata Airlangga ditemui dalam acara Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

        Ia pun mengajak pelaku usaha yang masih menghadapi persoalan untuk memanfaatkan mekanisme pengaduan tersebut. Setiap masalah yang masuk akan ditindaklanjuti dengan melibatkan kementerian dan lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan terkait.

        Menurut Airlangga, mekanisme tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai hambatan yang dihadapi perusahaan, sehingga kegiatan usaha dapat berjalan lebih optimal.

        Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga memberikan perhatian khusus kepada perusahaan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

        Ia meminta emiten tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan kinerja perusahaan tetap terjaga serta menerapkan tata kelola yang baik.

        Airlangga juga mendorong perusahaan terbuka untuk memanfaatkan keberadaan pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan dan sarana pengembangan usaha.

        Baca Juga: Menko Airlangga Bongkar VOC Jadi Perusahaan Pertama di Bursa RI yang Bernilai Rp124 Ribu Triliun

        Baca Juga: OJK Siapkan Aturan Main Pemegang Saham BEI, Buka Jalan Kemenkeu, BI, dan Danantara Jadi Pemilik

        Baca Juga: Isu Kerusuhan Agustus Merebak, Menko Polkam: Jangan Beri Celah

        "Pemerintah melihat pasar modal ini sebagai window dari perekonomian nasional," ujarnya.

        Menurut dia, peran pasar modal semakin penting seiring dengan perkembangan perekonomian nasional yang telah tumbuh 5,29% pada kuartal II-2026. Maka dari itu, kepercayaan dan kredibilitas pasar perlu menjadi perhatian bersama seluruh pelaku industri.

        Airlangga juga menyoroti perkembangan pasar modal Indonesia. Jumlah investor saham di Indonesia disebut masih menjadi yang terbesar di ASEAN, sedangkan jumlah perusahaan tercatat menempati posisi kedua terbesar di kawasan tersebut.

        Dengan posisi tersebut, ia menilai menjaga kepercayaan dan kredibilitas pasar modal menjadi hal yang penting agar pasar dapat terus berperan dalam mendukung perekonomian nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: