Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Cuma Harga, Ini yang Bikin Orang RI Pilih Belanja ke Luar Negeri

Bukan Cuma Harga, Ini yang Bikin Orang RI Pilih Belanja ke Luar Negeri Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga belanja di Indonesia mulai bisa bersaing dengan negara tetangga. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk membuat masyarakat Indonesia berhenti berbelanja saat bepergian ke luar negeri.

Pelaku usaha ritel menyebut persoalannya bukan hanya harga. Kelengkapan barang, variasi produk, serta kecepatan masuknya produk baru masih menjadi alasan masyarakat Indonesia memilih berbelanja di luar negeri.

Sekretaris Jenderal Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Haryanto Pratantara mengatakan, belanja di Indonesia belakangan mulai lebih menarik dari sisi harga.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah membuat harga sejumlah produk di Indonesia relatif lebih kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga.

"Baru belakangan ini saja ramai dengan berbelanja (di Indonesia), karena satu penyebab utama yang sebenarnya kita suarakan juga ke pemerintah, yaitu sekarang belanja di Indonesia lebih murah," kata Haryanto saat menghadiri Indonesia Retail Summit and Expo di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Meski demikian, harga yang lebih kompetitif belum otomatis membuat konsumen memilih berbelanja di dalam negeri. Haryanto menilai ketersediaan dan variasi barang masih menjadi pekerjaan rumah.

“Kalau jumlah barangnya juga bervariasi dan selalu up to date dengan new arrival, seharusnya Indonesia bisa menarik turis lebih banyak lagi,” ujarnya.

Persoalan tersebut juga terlihat dari kebiasaan masyarakat Indonesia ketika bepergian ke luar negeri. Haryanto mengatakan, masyarakat Indonesia masih banyak membeli produk merek global di luar negeri meski merek tersebut sebenarnya sudah tersedia di Indonesia.

“Orang Indonesia kalau ke luar negeri itu kalau belanja juga gila-gilaan. Dan sayangnya mereka belanja banyakan juga merek-merek global yang sayangnya juga sebenarnya sudah ada di Indonesia,” tuturnya.

Menurut Haryanto, ada tiga alasan utama yang membuat konsumen tetap memilih berbelanja di luar negeri, yakni kelengkapan barang, harga, dan variasi.

Kondisi stok di dalam negeri turut menjadi perhatian pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dirinya mendapat masukan dari pelaku usaha ritel mengenai stok barang yang mulai tipis, terutama produk yang pasokannya masih bergantung dari luar negeri.

“Nah tentu beberapa hal yang juga perlu didorong adalah distribusi, kemudian juga mengenai stok. Saya mendapatkan banyak masukan, bahwa stoknya itu tipis-tipis, terutama yang mengandung aliran barang dari luar negeri,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, persoalan stok perlu segera ditangani agar keterbatasan barang tidak justru mendorong masyarakat Indonesia mengalihkan aktivitas belanjanya ke luar negeri.

“Dan tentu nanti menjadi PR bersama dengan Pak Menteri Perdagangan (Budi Santoso), karena kita tidak ingin stoknya tipis, akibatnya masyarakat Indonesia belanjanya di tempat lain, di luar negeri,” ujarnya.

Airlangga berharap ketersediaan barang yang lebih besar dapat membuat masyarakat meningkatkan belanja di dalam negeri.

“Dengan adanya stok yang lebih besar, tentu yang belanja akan lebih banyak lagi,” kata dia.

Di sisi lain, Hippindo meminta pemerintah memberikan kemudahan bagi merek-merek global yang sudah beroperasi dan berkontribusi di Indonesia.

Menurut Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah, kehadiran lebih banyak produk dan merek di dalam negeri dapat memperkuat aktivitas belanja sekaligus memberikan dampak ekonomi.

Baca Juga: Airlangga Dorong Ritel Modern Masuk Desa, KDKMP Jadi Penghubung

Baca Juga: Airlangga Ungkap Celah Baru Ekonomi dari Belanja Wisatawan

Baca Juga: Kata Airlangga Soal Penanganan Asap Karhutla Lintas Negara

“Kami juga mengharapkan dukungan terhadap merek-merek luar yang sudah berkontribusi di Indonesia untuk membuka toko, menciptakan lapangan pekerjaan, membayar pajak, dapat diberikan kemudahan,” kata Budihardjo.

Hippindo juga mendorong kemudahan impor untuk produk-produk luar negeri bermerek agar lebih mudah tersedia di pasar Indonesia.

Menurut Budihardjo, langkah tersebut dapat mendukung program Belanja di Indonesia Aja (BINA) sekaligus membuat Indonesia lebih menarik bagi wisatawan yang ingin berbelanja.

Dengan demikian, tantangan ritel Indonesia bukan sekadar menawarkan harga yang kompetitif. Ketersediaan barang, variasi produk, dan kecepatan menghadirkan produk baru juga menjadi faktor penting agar konsumen tidak perlu menunggu perjalanan ke luar negeri untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan