Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sudaryono: Misal Lauk Sayurnya Bau, Tapi Nasinya Layak, Tetap Jangan Dimakan!

        Sudaryono: Misal Lauk Sayurnya Bau, Tapi Nasinya Layak, Tetap Jangan Dimakan! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak atau diragukan keamanannya tidak boleh dikonsumsi.

        Makanan tersebut harus segera dikembalikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk diperiksa dan diinvestigasi lebih lanjut.

        Kepala BGN Sudaryono mengatakan pengawasan keamanan pangan harus dilakukan pada setiap tahapan pelaksanaan MBG, termasuk setelah makanan tiba di sekolah dan sebelum dikonsumsi siswa.

        Menurut Sudaryono, pemeriksaan makanan oleh guru menjadi bagian penting untuk memastikan makanan yang diberikan kepada peserta didik aman dikonsumsi.

        Dia menegaskan, apabila ditemukan satu bagian makanan yang tidak layak, seluruh makanan dalam paket tersebut harus ditangani dan tidak boleh dikonsumsi.

        "Kalau ditemukan tidak layak, misalnya ada lauk, ada sayur, ada buah, ada nasi, misalnya yang bau hanya sayurnya, harus tidak dikonsumsi semuanya," kata Sudaryono.

        Sudaryono menjelaskan makanan yang dinilai tidak layak harus dikembalikan ke dapur SPPG. BGN kemudian akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab makanan tersebut tidak layak dikonsumsi.

        Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan dikonsumsi oleh peserta didik maupun guru.

        “Bagaimana kalau ditemukan tidak layak, wajib hukumnya tidak dikonsumsi dan dikembalikan kepada dapur SPPG. Kemudian nanti kami akan lakukan pemeriksaan,” ujar politikus Gerindra tersebut.

        BGN menekankan bahwa pengawasan keamanan pangan dalam program MBG tidak hanya menjadi tanggung jawab penyedia makanan, tetapi juga perlu dilakukan ketika makanan telah sampai di sekolah sebelum dikonsumsi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: