Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Media Malaysia Sorot Upaya Pemerintah RI Tangani Kabut Asap Imbas Karhutla Kalimantan

        Media Malaysia Sorot Upaya Pemerintah RI Tangani Kabut Asap Imbas Karhutla Kalimantan Kredit Foto: Antara/Auliya Rahman
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kembali menjadi perhatian hingga ke negara tetangga. Media Malaysia, Harian Metro, menyoroti langkah Pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi potensi kabut asap lintas batas yang telah berdampak ke wilayah sekitar.

        Sorotan tersebut muncul setelah Pemerintah Indonesia mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah negara tetangga terkait kemungkinan dampak asap dari karhutla.

        Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan komunikasi dilakukan melalui jalur informal maupun saluran resmi yang dipimpin Menteri Luar Negeri Sugiono.

        "Itulah mengapa kami berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan ini secepat mungkin," katanya.

        Baca Juga: Duh! Titik Panas Karhutla di Kalimantan Kembali Naik, Ini Langkah Pemerintah

        Prasetyo mengatakan Kalimantan Barat masih mencatat aktivitas titik api yang meluas. Pihak berwenang mendeteksi 3.100 titik rawan dengan tingkat kepercayaan sedang dan 406 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.

        Titik-titik tersebut sebagian besar terkonsentrasi di sejumlah distrik yang berada di bagian selatan dan timur Kalimantan Barat. Pemerintah juga mulai menelusuri dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan kebakaran tersebut.

        Menurut Prasetyo, empat perusahaan di Kalimantan Barat tengah diselidiki atas dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan karhutla.

        Situasi tersebut mendorong pemerintah mengambil langkah lebih besar. Menyusul peningkatan risiko kebakaran serta arahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia pada Sabtu (22/8) mengumumkan pengerahan sekitar 1.500 anggota tentara tambahan dan enam helikopter besar yang menggunakan metode water-bombing untuk memperkuat operasi pemadaman di Kalimantan Barat.

        Baca Juga: Menhut Raja Juli Ultimatum Pembakar Lahan: Perintah Presiden Jelas

        Potensi asap lintas batas pun terus dipantau. Dalam perkembangan terbaru pada Minggu (23/8), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pemerintah masih mengawasi kemungkinan dampak kabut asap lintas batas sekaligus mengoordinasikan langkah antar-kementerian dan lembaga berdasarkan kondisi terbaru di lapangan.

        Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto mengatakan operasi pengendalian karhutla di Kalimantan terus diperkuat. Upaya tersebut dilakukan melalui kelanjutan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penambahan helikopter, serta penguatan pemadaman dari darat.

        "Untuk Kalimantan, kami terus memperkuat pasukan darat kami, dengan menambah helikopter dan OMC telah kembali beroperasi hari ini," ungkapnya.

        Dengan berbagai strategi tersebut, pemerintah optimistis kebakaran dapat segera dikendalikan. Suharyanto memastikan operasi tidak hanya mengandalkan pemadaman dari udara, tetapi juga diperkuat dengan pengerahan personel dan peralatan di darat.

        "Dengan semua upaya ini, kami optimis bahwa bersama-sama kita dapat mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dalam waktu dekat," katanya.

        Saat ini, BNPB memiliki 30 helikopter yang disiagakan untuk menjalankan operasi pengeboman air sekaligus patroli udara di wilayah Kalimantan. Sementara itu, operasi darat diperkuat dengan tambahan peralatan pelindung, pompa air bertekanan tinggi, serta hingga 100 truk tangki air untuk setiap wilayah sesuai kebutuhan.

        Karhutla di Kalimantan memiliki tantangan tersendiri karena sebagian kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut. Kondisi ini membuat bara api berpotensi tetap bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan terlihat sudah padam.

        Situasi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mempercepat penanganan karhutla. Selain mencegah kebakaran semakin meluas, langkah tersebut juga menjadi upaya mengantisipasi dampak asap yang berpotensi melintasi batas negara dan kembali menjadi perhatian negara-negara tetangga, termasuk Malaysia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: